PT PGE Hululais Buka Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dan Budidaya Lebah Madu


ERICK/BE
TUNJUKAN: Pjs Project Manager PT PGE Hululais, Budi Wigiarto ketika menunjukan cara pembuatan pupuk kompos dan budidaya lebah madu kepada Bupati Lebong, Kopli Ansori.

LEBONG,bengkuluekspress.com – Dalam menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR), PT Pertamina Gheotermal Energy (PGE) Hulu Lais melaunching pelatihan pembuatan pupuk kompos dan budidaya lebah madu kepada 15 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di Kecamatan Lebong Selatan, Rimbo Pengadang dan Lebong Tengah.
Senior Supervisor General Support (SSGS) PT PGE Hululais, Anshoruddin menyampaikan, bahwa untuk tahap awal memberikan pemberdayaan kepada masyarakat, memang baru 15 poktan yang digandeng. Akan tetapi kedepan jika yang dilaksanakan ini nantinya sukses dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat, maka nantinya akan menggandeng lebih banyak lagi poktan.
“Bahkan nantinya bisa kita terapkan kepada masyarakat di Kabupaten Lebong,” ucapnya, Rabu (17/03).

Menurutnya, dalam pelaksanaan pembuatan kompos nantinya dengan memanfaatkan limbah sekam padi dan kopi dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup. Sementara untuk budidaya lebah madu, nantinya pihaknya akan memberikan bibit lebah madu dan 50 kotak tempat madu untuk berkembang biak dan menyimpan madu dan akan menggandeng peternak madu dari Kabupaten Rejang Lebong.
“Kami berharap apa yang kami lakukan ini bisa bermanfaat bagi semua orang,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Lebong, Kopli Ansori menyampaikan, bahwa Pemkab Lebong sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh PT PGE Hululais dengan menjalankan CSR perusahaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“CSR seperti inilah yang kita harapkan, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan akan berlangsung secara berkesinambungan,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, sambung Bupati, maka CSR perusahaan bukan lagi yang bersifat bantuan sosial (Bansos) yang bermanfaat pada saat diberikan. Namun untuk kegiatan ini lebih untuk pemberdayaan masyarakat yang bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Jika CSR berbentuk bansos, maka manfaatnya tidak akan berkepanjangan,” ucapnya.

Bupati berharap, kepada seluruh peserta untuk bisa mengikutinya dengan serius, sehingga ilmu yang didapat akan bisa diterapkan di lapangan secara maksimal.
“Jangan setelah mengikuti pelatihan, masih banyak yang tidak paham dan mengerti,” tuturnya.

Ia menjelaskan, para peserta yang memiliki kesempatan mengikuti pelatihan dan melaksanakannya di lapangan, nantinya akan menjadi motor penggerak di Kabupaten Lebong dengan menimbulkan inovasi-inovasi. Sehingga dapat meningkatkan sektor peternakan maupun pertanian serta peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Ini merupakan salah satu pembukaan program menuju masyarakat bahagia dan sejahtera sesuai dengan program kami 4 tahun kedepan,” tutupnya.(614/krn)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*