PSSI Beku, Pemain PS Bengkulu Putus Kontrak

BENGKULU, BE – Polemik pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selama ini menyebabkan terhambatnya aktifitas dunia persepakbolaan di Indonesia. Namun untuk saat ini PSSI mendapatkan kesempatan yang dibantu berdasarkan instruksi Wakil Presiden untuk mengajukan pencabutan SK ke Kemenpora. Terkait hal ini nasib Pesatuan Sepak Bola (PS) Bengkulu saat ini mengalami kemandegan, sebab banyaknya pemain yang telah memutuskan kontrak dan kembali ke daerah masing-masing.

Pelatih PS Bengkulu, M Natsir mengatakan, bahwa pencabutan SK Pembekuan PSSI tersebut masih belum pasti, sebab Wakil Presiden meminta Kemenpora untuk merevisi Surat Keputusan Nomor 01307 Tahun 2015 tentang Pengenaan Sanksi Administratif berupa Kegiatan PSSI Tidak Diakui.

“Kalau keputusan Menpora tersebut di cabut, kami akan melakukan rapat untuk menentukan kedepanya nasib PS Bengkulu ini seperti apa,” ujarnya.

Tekait persoalan PSSI ini, Natsir menyampaikan bahwa PS Bengkulu sedang mengalami banyak masalah termasuk salah satunya adalah pendanaan sebab untuk mengembalikan lagi para pemain keaadan PS Bengkulu harus sudah siap dari segala hal.

“Saat ini PS Bengkulu membutuhkan dana sekitar Rp 2 miliar lebih untuk bisa bangkit kembali, karena 30 persen pemain berasal dari luar kota, seperti malang, palembang, lampung, padang dan lainnya,” ungkapnya.

Dikatakan Nasir, PS Bengkulu saat ini sedikit sulit untuk bisa bangkit seperti sebelumnya, sebab problema yang terjadi didalam tim PS Bengkulu ini cukup memprihatinkan. Pasalnya, hutang-hutang PS Bengkulu seperti hutang 1 bulan dengan para pemain, dan hutang 3 bulan terhadap tim pelatih yang hingga sekarang belum di bayar.

Kemudian, masalah lainnya banyaknya pemain yang telah memutuskan kontrak dan bergabung ke tim lain tentu para pemain tersebut akan merasakan perbedaannya terhadap apa yang mereka dapatkan di PS Bengkulu, dilanjut Nasir, jikapun bisa kembali maka harus mengeluarkan dana untuk gaji, selain itu juga dia mengeluhkan fasilitas Bengkulu yang tidak selayaknya yang didapatkan seorang atlit. “Untuk menarik kembali pemain cukup sulit karena kita terbatas dengan anggaran, kemudian juga kebutuhan gizi dari makanan yang menyengsarakan mereka, kemudian kondisi mess yang memprihatinkan sehingga waktu istrirahat mereka terganggu dan dari ketidaknyamanan ini tentunya membuat mereka memperhitungkan untuk kembali ke PS Bengkulu,” tandasnya.

Dengan kondisi PS Bengkulu yang amburadul seperti ini, Nasir mengharapkan kepada siapa pun yang memimpin Bengkulu ini, untuk tolong diperhatikan nasib PS Bengkulu. “Juga kepada calon-calon Gubernur kalau ada yang mau membantu PS Bengkulu, inilah kesempatan kalau mau membantu PS Bengkulu,” harapnya. (Cw3)