Psikolog Dampingi 8 Siswa Korban Pencabulan

foto;ist

TAIS,Bengkulu Ekspress – Guna menghilangkan trauma 8 siswa yang menjadi korban pencabuan oknum guru mereka sendiri. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DPPAKB) Kabupaten Seluma, memberikan upaya pendamping psikolog bagi para siswa tersebut.

“Pemulihan mental ke delapan siswa sekolah dasar yang menjadi korban. Senin (10/9), sudah mulai dilakukan upaya pendampingan dengan meminta bantuan dari salah satu lembaga pedampingan anak di Bengkulu,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Anak DPPAKB Meliatian kepada Bengkulu Ekspress.

Pendampingan yang dilakukan guna memastikan anak-anak ini tetap bisa hidup dengan baik dan tidak tertular penyakit dengan perlakuan tidak senonoh seperti tersebut. Termasuk melakukan berbagai cara untuk melakukan pencegahan secara dini, agar kasus yang sama tidak terulang lagi untuk kesekian kalinya. Karena aksi pencabuan terhadap anak tidak hanya sekali ini saja terjadi di Kabupaten Seluma.

Selain memberikan pendampingan secara psikis terhadap korban. DPPAKB juga memberikan pendampingan dalam pemeriksan yang dilakukan oleh kepolisian termasuk saat menjalani pemeriksaan itu sendiri.

“Saat pemeriksaan juga kita dampingi agar korban ini tidak trauma berkepanjangan sehingga bisa menjalani rutinitas,” imbuhnya



DPPAKB telah bentuk Organisasi Forum Anak, kemudian ada Genre. Lembaga ini diptimalkan kedepannya sehingga harapan kita tidak ada lagi kejadian yang tidak hanya sekali terjadi di kabupaten Seluma ini.

Diketahui, minggu lalu oknum guru honorer di salah satu SD di Kabupaten Seluma, berinisial AD (30) berhasil di ringkus jajaran kepolisian. AD ditangkap karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap 8 siswinya. Aksi tak senonoh itu sudah dilakukan AD sejak setahun lalu.

“Modus pelaku memberikan belajar tambahan sdi rumah dinas tempat tinggalnya,” sampainya. (333)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*