PSI Cari Caleg Anti Korupsi

FOTO RIO
FOTO RIO

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sebagai partai baru, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bengkulu memberikan warna baru bagi dunia politik di Bengkulu maupun Indonesia.
Salah satunya, dalam melakukan penjaringan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), PSI melakukan uji kelayakan, baik terhadap bakal calon legislatif di Provinsi maupun Kota dan Kabupaten di Provinsi Bengkulu dengan menghadirkan tiga panelis independen dari kalangan akademisi, penggiat anti korupsi serta psikolog, kemarin (1/3).

Sekretaris DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bengkulu, Reni Sartika mengatakan bahwa uji kelayakan ini dilakukan untuk mencari caleg yang benar-benar anti korupsi dan anti intoleransi, yang mana dua hal ini merupakan komitmen yang dibangun dalam partai yang terdiri dari anak muda ini.

“PSI tetap komitmen dalam merekrut caleg tanpa mahar dan transparan.

Meski PSI adalah partai baru dan terdiri dari anak-anak muda, tapi PSI optimis bisa menjadi partai pemenang Pemilu 2019 dengan target 20 persen kursi di parlemen. Kita juga memiliki komitmen yang kuat terhadap kepentingan rakyat sesuai dengan spirit trilogi perjuangan yakni kebajikan, keragaman dan solidaritas,” ungkap Reni.

Dilanjutkan Reni, PSI sangat selektif dalam rekrutmen bakal calon legislatif. PSI benar-benar mencari orang baik yang memiliki elektabilitas dan kredibilitas yang akan dimunculkan pada pemilu 2019 mendatang.

PSI juga akan melibatkan beberapa tokoh yang independen sebagai panelis proses penjaringan caleg supaya transparan dan berkualitas. Adapun tiga panelis independen bacaleg PSI diantaranya Prof DR Herlambang SH MH yang merupakan akademisi dan pengiat anti korupsi Bengkulu, Ainul Mardianti SPsi yang merupakan prikolog, dan Wahyu Widiastuti SSos MSc yang merupakan akademisi Unib.
“Untuk proses perekrutan kita buka sejak tanggal 20 Februari sampai 31 Maret 2018,” ucap Reni.

Terpisah, salah satu panelis, Prof DR Herlambang SH MH menyambut baik pola perekrutan yang dilakukan partai PSI ini.

Dikatakannya dengan komitmen anti korupsi dan anti intoleransi merupakan hal yang sangat baik. Karena saat ini kondisi Indonesia terutama Bengkulu sangat miris terhadap aksi korupsi yang masih terus terjadi.

“Tentunya saya juga mendukung jika ini komitmen dari PSI, tetapi jika ini dilanggar, saya duluan yang mengajak untuk meninggalkan PSI. Tentunya nanti kita akan menilai dan menyeleksi pendaftar (Bacaleg) yang memang anti terhadap korupsi,” ungkap Herlambang. (777)