Proyek Perlu Diaudit BPK

KOTA MANNA, BE – Ketua Komisi C DPRD BS Hadiar Saito SSos mengaku hasil temuanĀ  pemantauan atau inspeksi mendadak ( Sidak) terkait pelaksanaan proyek pembangunan yang dilakukan akan segera di bahas. Setelah itu hasilnya akan dilaporkanĀ  ke pimpinan dewan untuk mengambil langkah selanjutnya. Tidak menutup kemungkinan dewan akan meminta dilakukan audit BPK terkait proyek yang dilaksanakan. “Kami rapatkan dahulu dengan angggota komisi lalu untuk membahasnya,” terang Haidar.

Untuk itu lanjut dia, dari hasil temuan itu pihaknya melihat banyak kejanggalan di lapangan. Seperti halnya hotel Duta Beach yang dikatakan sudah diputus kontraknya, akan tetapi pekerjaanya masih ada. Begitu juga dengan pengerjaan proyek rehab kolam renang dan lapangan tenis. Pasalnya untuk rehab kolam renang dan lapangan itu diketahui sudah diputus kontrak kerjanya. Akan tetapi dana yang sudah dicairkan sudah mencapai 95 persen. Padahal nilai fisik pengerjaan proyek itu diperkirakan masih jauh di bawah nilai dana yang dicairkan.”Temuan-temuan itu tinggal ditindak lanjuti pimpinan dewan mau diapakan hasilnya,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi C, Faizal Mardianto mengatakan meskipun hasil pembahasan anggota komisi nantinya terlebih dahulu akan disampaikan kepada unsur pimpinan untuk mengambil sikap atas temuan adanya proyek yang tidak tuntas itu. Pihaknya bisa juga meminta kepada badan pemeriksa keuangan (BPK) untuk dapat mengecek realisasi pembanguan proyek-proyek yang dilaksanakan.Pasalnya baru dua proyek yang di cek ternyata sudah ditemukan kejanggalan dan diduga adanya penyimpangan penggunaan anggaran proyek. “Tidak hanya dua proyek itu saja, tidak menutup kemungkinan nantinya akan meminta BKP untuk mengaudit semua proyek yang dilaksanakan,” tandasnya.(369)