Proyek Irigasi Dibidik Polisi

DIBIDIK : Kerusakan proyek irigasi di Desa Taba Baru Lais, BU saat ini sudah mulai dilirik oleh Polres BU. Diduga kerusakan tersebut bukan hanya karena bencana alam.

LAIS, BE – Kerusakan proyek irigasi di Desa Taba Baru Kecamatan Lais beberapa waktu lalu mulai dilirik aparat penegak hukum. Pasalnya penyebab jebolnya irigasi tersebut saat ini masih menjadi polemik, apakah karena bencana alam atau karena faktor lainnya. Informasinya, pihak kepolisian dari Polres BU sudah mulai mengambil sikap dengan melakukan pengumpulan data terkait proyek tersebut karena dinilai bermasalah.  “Persoalan yang mencuat di masyarakat khususnya berkaitan dengan penggunaan uang negara akan disikapi oleh pihak kepolisian, ” ujar Kapolres BU AKBP Harries Budiharto SIK MSi melalui Kasat Reskrim AKP M Arif S IKom. Dia mengungkapkan, Satreskrim melalui unit Tipikor akan diterjunkan untuk menindak lanjuti persoalan ini. Mengingat dalam pengerjaan proyek diduga ada persoalan, karena menjadi sorotan masyarakat. Tim akan diterjunkan untuk melakukan pengecekan lebih lanjut mengenai kondisi proyek saat ini. Terlebih, pihak kepolisian sendiri menilai adanya kejanggalan dalam pengerjaan proyek yang dilakukan hingga mengakibatkan tingkat kerusakan yang cukup parah. “Pengumpulan data awal yang akan kita lakukan sebelum melakukan pemanggilan sejumlah saksi,” katanya.

Sementara itu, Pemkab Bengkulu Utara dipimpin Sekkab BU mulai melakukan sejumlah rapat kecil membahas persoalan kerusakan irigasi tersebut. Sejumlah pejabat dari instansi terkait dipanggil oleh Sekkab berkaitan adanya perbedaan dalam memastikan penyebab kerusakan fasilitas irigasi yang ada. Dinas PU yang beralasan bahwa kerusakan akibat bencana alam belum bisa diterima oleh pemerintah daerah karena dari BPBD sendiri belum ada laporan berkaitan dengan kasus tersebut.(212)