Proyek Drainase PNPM Dinilai Mubazir

IMG_1624BINDURIANG, BE- Pembangunan drainase di Desa Air Apo, Kecamatan Binduriang, Rejang Lebong (RL) dengan dana bersumber APBN, untuk Program Nasional Pemerdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM), dinilai mubazir. Proyek tersebut dituding hanya dimanfaatkan segelintir orang, untuk meraup keuntungan pribadi. Terlebih, proyek drainase yang selesai dibangun September 2013 lalu, dinilai tidak sesuai spek.  Air dari pembuangan drainase sepanjang 200 meter airnya tergenang di tengah-tengah drainase, karena air tidak bisa mengaliri drainase. Sebab, posisi menanjak kiri dan kanan menyebabkan banyak semen yang di pasang rontok,
Kepala Desa Air Apo, Lusi Suryadi mengatakan bahwa tidak tahu mengenai pembangunan drainase di jalan Tran Desa Air Apo. Pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan drainase. “Berapa  total dananya  saya tidak tahu, mungkin pembanguanan drinase masih dibangun mantan kepala Desa Air Apo, Zainul,”  ujar Lusi Suryadi.
Menanggapi hal tersebut mantan Kepala Desa Air Apo Zainul, membenarkan adanya pembangunan drainase di jalan menuju ke Trans Air Apo dengan dana Rp 40 juta.  Untuk pembuatan drainase dan Jalan dan total dana keseluruahnya Rp 80 juta,  dan 40 juta untuk pembangunan jalan ke kebun di seberang Sungai Kelingi. “Saya tidak ikut dalam pekerjaan tersebut dan yang mengerjakanya adalah ketua BPD Desa Air Apo Rochim (45) dan yang di seberang sungai Kelingi untuk pembuatan jalan ke kebun dikerjakan oleh Dwi (33),” kata mantan Kepala Desa Zainul.
Warga Desa Tran Air Apo yang tidak mau disebutkan namanya  mengatakan bahwa pembangunan drainase tersebut tidak ada manfaat nya untuk warga Trans. Dikarenakan masih banyak yang membutuhkan  pembangunan selain drainase,  misalnya depan Masjid Trans. Sebab air selalu menggenangi  halaman Masjid tersebut, karena berada di bawah tebingan jalan. “Belum adanya drainase jalan dan pembangunan jalan kekebun  tersebut juga tidak ada manfaat bagi warga, dikarenakan warga yang melintas di jalan yang dibangun tersebut sangatlah sedikit,” katanya.
Jalan yang dilintasi warga untuk pergi ke kebun jalannya masih berlumpur dan licin. Camat Binduriang Furkan mengatakan sudah melihat pembangunan drainase. “Tapi waktu hari terang (Tak hujan) belum ada air yang mengenagi drinase. Pengawas dari pihak kecamatan adalah Ebo, tapi belum melapor hasil pembangunan,” Furkan. (cw1)