Proyek Bengkulu Outer Ring Road Dipastikan Rampung Tahun Ini

Foto Hendrik/ BE – Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah saat melakukan kunjungan melihat progres proyek pembangunan Bengkulu Outer Ring Road (BORR) dari Simpang Empat Nakau hingga Simpang Empat Air Sebakul, Jum’at (16/7).

BEGKULU, Bengkuluekspress.com – Proyek pembangunan Bengkulu Outer Ring Road (BORR) dari Simpang Empat Nakau hingga Simpang Empat Air Sebakul dipastikan rampung dalam tahun ini. Hal itu diungkapkan Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah usai melakukan kunjungan melihat progres proyek tersebut, Jum’at (16/7).

“Kita datang ke lokasi proyek BORR untuk memastikan sejauh mana kelanjutan dari pembangunannya. Apalagi rencana pembangunan jalan ini sempat terhenti sekitar 4 atau 5 tahun lalu, karena permasalahan perizinan dan baru terealisasi tahun 2019 lalu. Sayangnya belum sepenuhnya rampung, karena kekurangan anggaran,” kata Rohidin.

Rohidin mengungkapkan, sempat kekurangan anggaran itu disebabkan dalam proses pembangunannya tidak sesuai dengan rencana awal, lantaran kondisi tekstur tanah. Beberapa tahun proyek BORR berhenti, dan baru tahun ini pembangunannya kembali dilanjutkan.

“Menurut pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJn) tahun ini rampung, bahkan progresnya menunjukkan deviasi positif,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ketika jalan ini sudah bisa diakses, tentunya berdampak positif bagi perkembangan daerah. Karena diyakini dapat menjadi daerah ekonomi baru. Apalagi jalan ini nantinya juga terhubung dengan pintu TOL.

“Namun tetap harus diperhatikan kelestarian kawasan konservasi. Karena sama-sama kita ketahui jalan ini membelah kawasan CA DDTS,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJn Bengkulu, M. Diantoro Murod menerangkan, terkait dengan progres, pembangunan lanjutan BOOR ini menunjukkan deivasi positif sebebar 8,6 persen. Untuk target selesai, tetap sesuai dengan jadwal awal yakni 31 Desember 2021.

“Ketika selesai tepat waktu, maka pekan pertama tahun depan sudah bisa dilewati,” jelas Diantoro.

Ia menambahkan, karena jalan ini nantinya diprediksi bakal menjadi akses tranportasi bagi angkutan bermuatan, seperti batu bara, maka pihaknya berharap agar dapat mengawasinya bersama-sama.

“Jangan sampai kendaraan bermuatan itu melebihi tonase, ataupun beriring-iringan terutama saat berada di atas jembatan elevated,” tegasnya.

Diketahui proyek pembangunan BORR itu membelah kawasan Cagar Alam (CA) Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) atau danau dusun besar. Ruas BORR yang dimulai dari Simpang 4 Nakau hingga Simpang 4 Air Sebakul sepanjang 5,8 KM, dan yang masuk kawasan CA DDB sepanjang 2,3 Km dengan 2 item pekerjaan.

Pertama, pembangunan jembatan elevated sepanjang 600 M dengan nilai kontrak Rp. 41.597.499.000, sedangkan yang kedua pembangunan jalan sepanjang 3,7 Km. Dalam pembangunan lanjutan, kembali dianggarkan yang bersumber dari APBN. (HBN)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*