Proyek 50 Gudang Logistik Dilanjutkan

BENGKULU, BE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu melanjutkan pembangunan 50 gudang logistik dan perlengkapan evakuasi bencana di 10 kabupaten dan kota. Proses pembebasan lahan akan selesai, lalu pembangunan gudang logistik dapat dilanjutkan. Ini diungkapkan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Damin, kemarin. “Tapi pembangunan tetap dilanjutkan tahun ini karena masih ada sisa dana Rp 11 miliar,” katanya.

Sebelumnya, pembangunan 50 gudang logistik di 10 kabupaten/kota yang dianggarkan dari APBD tahun anggaran 2011, mengalami persoalan hukum karena proses pengadaan lahan yang tidak tuntas. Bahkan hingga saat ini proses ganti rugi lahan belum selesai. “Sejumlah aturan perundang-undangan dalam proses pembebasan lahan untuk proyek pemerintah harus ditaati, sehingga tidak menimbulkan masalah hukum baru. Misalnya, aturan perundang-undangan dari BPN, Kemendagri dan Kementerian Keuangan tentang proses pembebasan lahan,” ujarnya.

Proyek peninggalan mantan Gubernur Bengkulu H Agusrin M Najamudin ST senilai Rp 25 miliar itu juga terkendala akibat kasus dugaan korupsi dana pembebasan lahan gudang logistik yang melibatkan sejumlah PNS di BPBD. Dana pembebasan tanah sudah dianggarkan sebesar Rp 2,5 miliar dari Rp 25 miliar untuk membangun 50 gudang logistik tersebut.

“Pembangunan gudang logistik salah satu program siaga bencana. Sebab itu tetap menjadi prioritas 2013, karena Bengkulu rawan terjadi gempa bumi dan tsunami, serta sejumlah bencana lainnya,” tegasnya.

Secara umum seluruh wilayah Bengkulu masuk dalam kategori rawan bencana gempa bumi, karena berada di pertemuan dua lempeng aktif Indo Australia dan Eurasia, serta adanya Patahan Sumatera yang membentang di Bukit Barisan. “Gudang logistik tersebut akan dipersiapkan peralatan siaga bencana mulai dari lampu badai, petromax, genset, persediaan pangan hingga kantong mayat,” katanya.

Selain itu, Pemprov juga akan membangun tempat penampungan atau shelter pengungsi jika terjadi bencana alam. Namun, jumlah dananya berasal dari APBN 2013, yang dikucurkan di kabupaten/kota. “Terdapat empat kabupaten dan kota yang menjadi lokasi pembangunan shelter yakni Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Mukomuko, dan Kaur. Tapi yang disetujui pemerintah pusat hanya Bengkulu Utara dan Kota Bengkulu,” tambahnya.

Menurutnya, potensi bencana alam gempa bumi terjadi di 10 kabupaten dan kota di daerah itu, sedangkan tsunami berpotensi terjadi di tujuh kabupaten dan kota. Shelter atau lokasi penampungan di dua kabupaten tersebut masing-masing dapat menampung 10 ribu orang pengungsi. “Penampungan tersebut dapat menampung pengungsi 20 ribu orang pengungsi,” ujarnya. (100)