Protokol Kesehatan Mampu Tekan Sejumlah Penyakit

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Syamsir SKM MKM

CURUP, BE – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Syamsir SKM MKM mengungkapkan, selama 2020 ini, trend sejumlah penyakit di Kabupaten Rejang Lebong menurun. Salah satu penyebabnya adalah karena penerapan protokol kesehatan akibat pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 ini mampu menekan jumlah penderita sejumlah penyakit di Kabupaten Rejang Lebong, karena masyarakat kita saat ini mematuhi protokol kesehatan,” terang Syamsir dalam kegiatan Sosialisasi Jejaring Kemitraan dan Strategi Pengembangan Program STBM pada Masa New Normal Pandemi Covid-19 di ruang pola Pemkab Rejang Lebong, belum lama ini.

Beberapa penyakit yang jumlah penderitanya mengalami penurunan selama tahun 2020 tersebut antara lain Ispa yang mengalami penurunan sekitar 18,3 persen, karena pada priode Januari hingga Juli 2019, jumlah penderita Ispa di Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 3.027 orang kemudian dipriode sama 2020, sebanyak 2.088 orang.

Selanjutnya, kasus TBC di Kabupaten Rejang Lebong, menurun sebanyak 33.7 persen karena dipriode Januari hingga Juli 2019 lalu penderita TBC sebanyak 307 orang kemudian pada tahun 2020 ini berkurang menjadi 152 orang. Kemudian, Thipoid turun sebesar 29,8 persen, selanjutnya Diare turun sebesar 35,4 persen dan Hepatitis A turun 100 persen, karena pada tahun 2020 ini Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong tidak menemukan kasus Hepatitis A sedangkan pada Januari hingga Juli 2019 ada 70 kasus Hepatitis A di Kabupaten Rejang Lebong.

“Penurunan angka kejadian sejumlah penyakit ini karena masyarakat kita banyak yang menggunakan masker, kemudian rutin mencuci tangan serta menjaga jarak,” papar Samsir.

Terkait dengan protokol kesehatan terutama mengenai cuci tangan, Syamsir mengaku secara persentase saat ini sudah 47 persen masyarakat Rejang Lebong sudah menyiapkan sarana cuci tangan dirumah masing-masing. Bahkan menurutnya ada beberapa desa seperti Pal VIII dan Pal 100 di Kecamatan Bermani Ulu Raya yang sudah 100 persen menyiapkan sarana cuci tangan karena dibantu dengan dana desa.

“Sebenarnya tidak ada alasan kita untuk tidak menyiapkan sarana cuci tangan ini, kita contohkan di Air Mundu Kecamatan Bermani Ulu, masyarakatnya menyiapkan sarana cuci tangan menggunakan bambu,” ungkap Syamsir.
Syamsir berharap kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan di Kabupaten Rejang Lebong tersebut terus meningkat sehingga bisa menekan angka kejadian sejumlah penyakit serta bisa memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19. (251)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*