Protes Gaji Dipotong Zakat

KEPAHIANG, BE- Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di sekretariat Pemkab Kepahiang, Kamis (1/3), sempat heboh. Hal ini dikarenakan ada pemotongan gaji yang diterima PNS pada bulan Maret ini. Pemotongan gaji ini sendiri dilakukan oleh Pemkab Kepahiang melalui Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) Kepahiang sebesar 2,5% dari gaji masing-masing PNS dengan alasan untuk zakat. Kontan saja hal ini membuat seluruh PNS Kepahiang bertanya-tanya dan alhasil beberapa Kepala Bagian (Kabag) di Sekretariat Pemkab Kepahiang serta beberapa orang perwakilan PNS mendatangi Kabag Kesra Drs Saukani yang juga merupakan kepala BAZDA Kepahiang. Beberapa Kabag ini di antaranya Kabag Pemerintahan A Roni SSos, Kabag SDM Syamsul Yahemi, Kabag Ortala Burlian SSos serta Ketua MUI Kepahiang Drs H Thobari Muad serta beberapa PNS yang meninta kejelasan mengenai pemotongan gaji ini. “Kedatangan kami ini untuk klarifikasi terkait pemotongan gaji untuk zakat ini. Dimana hampir seluruh staf diruangan empertanyakan mengenai pemotongan gaji ini,” ungkap Kabag Pemerintahan A Roni serta diungkapkan juga oleh beberapa Kabag lainnya saat menemui Kepala BAZDA di ruangan Kesra kemarin. Dikatakannya, mengenai pemotongan gaji para PNS yang besarannya bervariasi ini, hampir seluruh para PNS di ruangannya protes karena pemotongan tersebut tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihaknya. Dimana protes tersebut bukan karena tidak setuju dipungut zakat melainkan karena tidak adanya pemberitahuan kepada PNS. “Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah ini belum ditandatangani oleh Bupati. Sehingga hal ini juga sangat dipertanyakan oleh PNS karena pihak BAZDA telah melakukan pemotongan,” kata Roni. Sementara itu, Kabag Ortala Burlian S.Sos mengenai pemotongan gaji untuk zakat ini hendaknya BAZDA juga harus tranparans terkait zakat tersebut. Dalam artian mulai dari mekanisme yang ada harus sesuai dengan aturan yang ada, kemudian nantinya zakat yang dikumpulkan tersebut tujuannya harus jelas. “Terkait hal ini juga, Bazda itu harus menjelaskan mekanisme dan tujuan zakat itu nantinya untuk apa. Kalau jelas pasti PNS itu tidak akan protes, apalagi ini menyangkut zakat yang merupakan bekal di akhirat nanti,” kata Burlian. Sementara itu Kabag Kesra, Drs Saukani mengatakan ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi yang dilakukan pihaknya. Yang mana zakat ini sendiri selain untuk meningkatkan amal ibadah juga untuk memerangi kemiskinan khususnya di Kepahiang ini. “Namun yang jelas ini juga menjadi suatu pembelajaran bagi kita, dimana dengan protes ini artinya antusias marayarakat Kepahiang ini untuk berzakat cukup tinggi. Sehingga nantinya harapan kita untuk memerangi kemiskinan bisa tercapai,” jelas Suakani. (505)