Protes Fasilitas Tak Jelas, Pelajar SMPN 3 Kota Bengkulu Demo ke Dikbud

demoBENGKULU, bengkuluekspress.com – Usai mengikuti upacara bendera dan berorasi di depan seluruh guru, ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Kota Bengkulu, berdemo. Mereka berbondong-mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu.

Demo yang dipimpin Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN 3 Adibio Ramadinov itu sebagai bentuk protes kekecewaan para siswa atas fasilitas sekolah yang dirasakan tak jelas dan kekecewaan atas kepemimpinan sang kepala sekolah.

Menurut Adibio, mereka melakukan aksi karena gerah dengan fasilitas yang tak jelas selama kepemimpinan Kepala Sekolah, Waskanudin. Bahkan menurutnya, Waskanudin tak pernah memihak kepada kepentingan siswa. Untuk itu ia dan teman-temannya ingin melaporkan sikap kepala sekolahnya kepada Disdikbud.

“Kami mau menuntut hak kami. Masa kami dikelas 1 meja dipakai untuk 3 sampai 4 orang, padahal harusnya 1 meja untuk 2 orang saja. Uang komite kan kami bayar terus, tapi fasilitas sekolah nggak jelas,” ujar Adibio.

Beberapa keluhan yang disampaikan oleh siswa SMPN 3 antara lain, kepala Sekolah tidak perhatian terhadap kegiatan untuk menunjang prestasi siswa, bahkan banyak ekstrakulikuler yang macet karena tidak ada bantuan dana. Meja yang maksimal diisi 2 orang, ditempati oleh 3 hingga 4 orang.

Kepala Sekolah juga dirasakan siswa kurang perhatian kepada siswa siswi. Uang komite Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu. Dengan alasan untuk bangun pos satpam dan laboratorium, tapi hingga saat ini belum terealisasi. Padahal kalau tidak membayar komite raport ditahan.

Kepala SMPN 3 Kota Bengkulu, Waskanudin saat dimintai keterangan terkait demo anak didiknya itu, membantah seluruh tuduhan yang disampaikan siswa-siswinya.

“Tidak benar tuntutan siswa itu. Soal komite sudah dibicarakan dulu sebelumnya. Hasil rapat orang tua siswa dan ketua komite disepakati sukarela, besarannya tidak kita tentukan dan tidak ada komitmen untuk membuat pos satpam, uangnya untuk bayar gaji guru honor kita,” ujar Waskanudin.

Menanggapi demo siswa SMPN 3 itu, Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu Rosmayeti mengatakan, Dikbud akan membentuk tim investigasi untuk mengusut kebenaran protes para siswa SMPN 3 tersebut. Dikbud pun juga menurunkan pengawas pembina untuk mengkoordinir kegiatan di sekolah yang bersangkutan.

“Kita akan bentuk tim investigasi. Mulai besok kami menugaskan pengawas pembina untuk mengkoordinir kelancaran belajar mengajar di sekolah itu,” ujar Rosmayeti. (ibe)