Prostitusi Masuk Desa, Masyarakat Resah

bengkulu utara
APRI/Bengkulu Ekspress Inilah beberapa lokasi yang diduga dijadikan tempat prostitusi di Desa Kuro Tidur Kecamatan Kota Arga Makmur, yang meresahkan masyarakat.

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Maraknya dugaan prostitusi terselubung di Desa Kuro Tidur Kecamatan Kota Arga Makmur kian meresahkan masyarakat setempat. Bahkan sebagian warga sudah melaporkan persoalan itu kepada Camat Kota Arga Makmur, Sri Dasa Utama SIP.

Menindaklanjuti laporan itu, Camat langsung berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara (BU), AKP Jufri SIK untuk menindaklanjuti dugaan perbuatan terlarang itu.

‘’Tadi saya baru saja koordinasi dengan Pak Kasat Reskrim terkait keresahan warga di Desa Kuro Tidur soal dugaan prostitusi yang kian menjamur,’’ ujarnya ketika ditemui di Mapolres Bengkulu Utara, kemarin (6/3).

Terpisah, Kapolres BU AKBP Andhika Vishnu SIK melalui Kasat Reskrim AKP Jufri SIK menyampaikan, ia  akan segera menindaklanjuti laporan mengenai dugaan tersebut. Untuk sementara, pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

‘’Kita akan pantau dulu agar informasi yang didapatkan sesuai dengan fakta yang sebenarnya,’’ ungkapnya.
Tak hanya itu, Kasat juga mengaku akan turun ke lokasi secara langsung. Namun ia menunggu situasi yang tepat sehingga kegiatan yang dilakukan tidak sia-sia. Apalagi kasus prostitusi ini sifatnya sangat sensitif.

‘’Nanti kita pastikan dulu keakuratannya. Jangan sampai kita asal-asalan lakukan tindakan. Apalagi lokasinya berada di perumahan warga,’’ terangnya.

Kasat juga berterimakasih atas terjalinnya koordinasi secara baik antara Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu Utara melalui Camat Kota Arga Makmur dengan pihak kepolisian yang turut peduli.  Sehingga segala bentuk persoalan yang terjadi dapat melibatkan pihak kepolisian.

‘’Kita sangat berterimakasih kepada Ibu Camat yang telah menyampaikan persoalan ini, dan kita akan bersama-sama menindaklanjutinya,’’ pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, beberapa perumahan di Desa Kuro Tidur hanya dijadikan tempat prostitusi. Karena sebelumnya si lelaki hidung belang dan wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) telah melakukan transaksi. Kabarnya, beberapa rumah itu sudah cukup lama disewakan dan penyewanya menjadi rumah itu sebagai tempat menjalankan bisnis lendir.(816)