Proposal HPN Wajib Dikejar

RIO-PEMBUBARAN PANITIA HPN (2)

BENGKULU, BE – Ratusan Panitia Daerah Hari Pers Nasional (HPN) 2014 di bubarkan oleh Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah SAg MPd, kemarin. Pembubaran itu dikarenakan tugas panitia sudah selesai dan HPN sendiri telah berakhir 10 Februari lalu.
Pembubaran panitia HPN ini dipusatkan di gedung serba guna Pemerintah Provinsi Bengkulu yang dihadiri Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah, Wakil Gubernur Sultan B Najamudin, Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) para kepala dinas, kepala badan dan biro di lingkungan Pemprov. Selain itu, juga dihadiri pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Bengkulu.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum HPN, Drs H Sumardi MM menyampaikan ucapan terimakasih yang mendalam kepada semua insan pers, para panitia dan semua elemen masyarakat di Provinsi Bengkulu. Karena berkat dukungannya, kegiatan HPN berjalan dengan sukses dan lancar.
“Terima kasih kepada semua insan pers, tanpa pers HPN ini tidak akan bermakna,” ucap Sumardi.
Kendati begitu, ia mengaku bahwa kegiatan yang berskala nasional tersebut masih banyak terdapat kekurangan, dan itu akan dievaluasi untuk perbaikan dimasa mendatang.

Terkait proposal pembangunan yang diajukan sebesar Rp 8,3 triliun, Sumardi mengakui tidak mungkin semuanya dikabulkan karena masih banyak daerah lain yang membutuhkan uluran tangan dari pemerintah pusat. Seperti kerusakan jalan yang cukup parah akibat banjir melanda Jakarta dan beberapa daerah lainya, meletusnya beberapa gunung api dan lainnya.
“APBN disahkan bulan Juni, inilah peluang bagi kita untuk melakukan lobi-lobi objektif. Nanti pak gubernur dan wagub akan dipanggil untuk tindak lanjut secara teknis,” terangnya.
Sementara itu Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan B Najamudin juga menyampaikan bahwa kegiatan HPN di Bengkulu cukup sukses sehingga mampu memberikan kepuasan kepada Presiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono, para menteri dan semua tamu HPN yang datang dari 24 Provinsi se Indonesia.
“Tidak masalah kita ribut diawal, yang penting acaranya sukses. Presiden dan tamu dari luar sangat puas,” katanya.
Bagi Sultan, saat HPN memang telah berlalu dan berhasil diselenggarakan dengan sukses dan presiden juga sudah menyetujui beberapa pembangunan di Bengkulu, seperti pengembangan Pelabuhan Pulau Baai, pembengan Bandara Fatmawati-Soekarno Bengkulu, perbaikan jalan lintas barat, lintas Bengkulu – Lubuklinggau dan berbagai pembangunan lainnya. Pembangunan itu tidak terwujud bila masing-masing SKPD tidak gencar melobi kementriannya masing-masing.
“Tinggal lagi SKPD follow up atau koordinasi ke kementrian masing-masing. Jika dinas-dinas  tidak bisa menjemputnya, maka persetujuan presiden itu tidak akan terealisasi,” ujarnya.
Di bagian lain, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah mengatakan bahwa pelaksanaan hari puncak di Benteng Marlborought merupakan  pilihan yang tepat. Karena baru kali ini puncak HPN dilaksanakan di luar gedung.
“Sesaat sebelum pulang ke Jakarta, presiden menyampaikan bahwa ia puas dan senang dengan suksesnya acara tersebut. Pelayanan terhadap tamu lainnya juga cukup memuaskan bahwa Wakil Gubernur Papua mengirimkan 2 ribu jempol untuk Bengkulu melalui BBM-nya. Namun saya yakin masih ada kekurangannya,  dan itu saya minta maaf,” kata Junaidi.
Menurutnya, meski bantuan dari pusat belum begitu terlihat, namun besar manfaat yang diperoleh masyarakat Bengkulu selama HPN berlangsung, seperti lempuk durian habis, batik basurek laris manis, transportasi angkutan berjalan dan pedagang sepeda di pinggir pantai panjang pun ikut ketiban rejeki.
“Mudah-mudahan ke depan acara-acara besar sukses kita laksanakan, seperti bulan depan akan ada Rakernis Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan berbagai kegiatan lainnya,” tukasnya.(400)