Program Pemkot, Terancam Molor

ilustrasi berkas
FOTO : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Hingga minggu ke dua Februari 2019 ini, Pemerintah Kota Bengkulu belum juga merealisasikan program pembangunannya. Hal ini dikarenakan sebagian besar program dimasukkan dalam usulan pinjaman dana ke PT. SMI.  Meski proses pengajuan pinjaman tersebut sudah dilakukan sejak akhir tahun 2018 lalu, hingga saat ini Pemkot belum mendapatkan persetujuan terkait usulan program tersebut.
Jika hal ini berlarut-larut, maka program pembangunan di tahun 2019 akan molor.

“Saya belum tahu karena masih menunggu tim pengurus,” kata Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Marjon MPd, kemarin (10/2).

Ia mengaku seluruh persyaratan dan berkas-berkas penting yang dibutuhkan PT. SMI sudah diserahkan semua. Saat ini Pemkot hanya menunggu dan terus melakukan upaya komunikasi apakah pinjaman itu disetujui atau tidak. “Kalau permintaan sesuai dengan cheklist sudah semua, tinggal menunggu rekomendasi dari Kemendagri dulu, baru direkomendasikan kembali ke PT SMI, dan setelah itu baru PT SMI mengeluarkan keputusan,” ungkap Marjon.

Adapun program yang akan dikerjakan dalam dana pinjaman sebesar Rp 250 miliar itu adalah infrastruktur, mulai dari lanjutan jalan hotmix di gang-gang, pelebaran jalan, drainase, one way Jalan Soeprapto, lampu penerangan jalan umum, peningkatan Rumah Sakit HD, revitalisasi Pasar Baru Koto dan Pasar Panorama.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Zuliyati mengaku bahwa proses usulan ini tidak ada kendala, melainkan tinggal menunggu saja. Menurutnya, yang terpenting adalah seluruh persyaratan sudah diserahkan, dan pihak pusat pun juga harus melakukan verifikasi dan survei kelayakan terhadap program tersebut.



“Belum tahu kita karena belum ada keputusan, sebenarnya tidak ada kendala yang jelas apa yang mereka minta sudah kita lengkapi. Jadi prosesnya itu yang melakukan survei adalah PT SMI, yang mengkaji usulan anggarannya Kementerian keuangan, yang memverifikasi persyaratan Kemendagri. Nah, ini fase-fase yang kita tunggu,” kata Zuliyati.

Namun, dari beberapa usulan program tersebut baru program LJPU yang sudah diproses, karena tim dari SMI sudah datang ke Bengkulu untuk melakukan survei kelayakan, dan dari hasil itu nanti akan diverifikasi kembali sebelum dana pinjaman dicairkan. Dalam hal ini pihaknya optimis bahwa semua usulan dapat diterima karena yang diusulkan juga sudah dikaji sesuai dengan kebutuhan di Kota Bengkulu.

“Kita berharap tahun ini sudah ada yang terealisasi, untuk LPJU mereka sudah lihat langsung titik-titik mana yang mau dipasang, insyallah keputusan bisa cepat keluar. Kalau untuk proyek jalan baru di survei jadi kita tunggu saja nanti,” pungkasnya. (805)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*