Program Kerja Rektor UMB Dr Sakroni MPd

=Foto Rektor UMB Sakroni==

Tingkatkan Akreditasi dan Kemampuan Dosen

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dibawah Kepemimpinan Dr Sakroni MPd, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) ditargetkan menjadi kampus yang mampu meningkatkan Akreditasi dari B menjadi A dalam beberapa tahun kedepan. Untuk meraih target tersebut, UMB akan menjalankan beberapa kebijakan strategis salah satunya menyiapkan program peningkatan kemampuan dosen serta peningkatan sarana prasarana pendidikan.

“Selain fokus pada kegiatan Tanwir yang akan dilaksanakan pada Februari ini, kami juga akan mengadakan tutorial kepada para dosen pada Maret ini agar mampu menulis proposal, dengan target hingga akhir tahun masing-masing dosen sudah memiliki proposal penelitian,” kata Sakroni, kemarin (9/1).

Bahkan dirinya menargetkan 75 persen dari seluruh dosen di UMB bisa memiliki proposal penelitian sendiri. Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya akan terus memberikan rangsangan berupa kegiatan tutor agar kemampuan para dosen semakin meningkat.

“Saya akan terus mengadakan tutor dengan mendatangkan beberapa orang dari luar daerah untuk para dosen secara berkala sehingga 5 sampai 6 tahun kedepan, kemampuan dosen UMB semakin lebih baik dan mumpuni,” tutur pria kelahiran Lahat Sumatera Selatan ini.

Dengan semakin meningkatkanya kemampuan para dosen, diharapkan juga ikut mendorong peningkatan akreditasi UMB. Bahkan pihaknya tengah mempersiapkan tim khusus untuk melaksanakan proses akreditasi mulai dari peningkatan akreditasi perguruan tinggi maupun program studi. “Nanti akan ada tim tetap yang akan melaksanakan akreditasi. Dan diharapkan dari akreditasi B bisa menjadi A,” ujar Sakroni.

Selain itu, mantan Wakil Rektor III UMB ini mengaku, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melaksanakan Tanwir pada 15-17 Februari di Bengkulu dan diharapkan dapat menjadi momentum untuk membangkitkan gairah kampus UMB dalam mendirikan Rumah Sakit. Pihaknya berencana mendirikan Rumah Sakit di Kampus 5 UMB dengan menggandeng beberapa investor dari luar daerah untuk merealisasikannya.

“Kami memang berencana membuka fakultas kedokteran, akan tetapi kalau dibandingkan antara fakultas dan rumah sakit maka kami dulukan rumah sakit, karena salah satu syarat mendirikan fakultas kedokteran harus memiliki rumah sakit,” ungkapnya.

Dengan memiliki Rumah Sakit sendiri, diharapkan bisa membuka ruang gerak dan kemandirian di dunia pendidikan. Bahkan saat ini Kampus 5 UMB telah berada dilokasi yang strategis dan memiliki lahan kosong, sehingga nantinya Rumah Sakit ini tidak hanya digunakan untuk kegiatan pendidikan akan tetapi ikut memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.  “Kami berharap Rumah Sakit ini nantinya bisa bermanfaat bagi banyak orang,” tutupnya.(999)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*