Program Jagung Terancam Gagal

PBNU Ingatkan Pemda Bengkulu Selatan

IMBAU: Wicaksono perwakilan PBNU mengimbau Pemda Bengkulu Selatan agar mensukseskan program Jagung di Bengkulu Selatan, Kamis (18/1) di gedung reptaloka Pemda Bengkulu Selatan.
IMBAU: Wicaksono perwakilan PBNU mengimbau Pemda Bengkulu Selatan agar mensukseskan program Jagung di Bengkulu Selatan, Kamis (18/1) di gedung reptaloka Pemda Bengkulu Selatan.

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Sejak 5 bulan lalu, menteri pertanian, menteri Desa dan Ketua PBNU ke Bengkulu Selatan (BS) mencanangkan Bengkulu Selatan sebagai salah satu daerah Sentra Jagung Nasional. Namun hingga saat ini janji Bupati membuka kebun jagung di Bengkulu Selatan hingga 20 ribu hektar masih jalan di tempat.

Oleh karena itu, pengurus PBNU pusat, Wicaksono turun ke Bengkulu Selatan dan mengingatkan Pemda Bengkulu Selatan dapat mewujudkannya.

“Sejak Pak Menteri bersama ketua PBNU ke Bengkulu Selatan sekitar 5 bulan lalu, namun program jagung ini tidak jalan, jadi saya harap Pemda Bengkulu Selatan dapat segera mewujudkannya,” katanya dihadapan Bupati Bengkulu Selatan, Wabup Brngkulu Selatan dan para penyuluh pertanian di gedung reptaloka sekretariat Pemda Bengkulu Selatan, Kamis (18/1).

Wicaksono mengatakan, untuk mewujudkan program 20 ribu hektar kebun jagung, PBNU menyediakan bibit, pupuk dan peralatan pengolahan, bahkan dalam waktu dekat ini siap menurunkan dua unit eksavator. Bahkan bagi warga yang tidak punya biaya, pihaknya menyediakan modal melalui pinjaman Kredit usaha rakyat (KUR).

“Yang paling utama petani punya lahan dan mau berkebun jagung, kami siap menanggung segala biaya yang timbul dari usaha berkebun jagung,” ujarnya.

Mengenai harga jagung yang saat ini turun, Wicaksono mengaku pihaknya bersama menteri pertanian dan Bulog sudah membuat kesepakatan harga dasar nasional yakni paling rendah Rp 3.150 per kg. Sehingga tidak akan ada yang harganya dibawah harga tersebut.

“ Untuk harga paling rendah Rp 3.150 per kg,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, jika panen gagal, dirinya menjamin petani akan mendapatkan asuransi. Sehingga dalam usaha bertani jagung, dirinya memastikan tidak ada petani yang akan rugi.

“ Tujuan kami menjadikan Bengkulu Selatan sebagai pilot projek perkebunan jagung tidak akan merugikan petani, tapi untuk meningkatkan kesejahteraan petani, jika gagal panen, akan dijamin asuransi,” tandasnya.

Bupati Bengkulu Selatan, H Dirwan Mahmud SH mengatakan saat ini Pemda Bengkulu Selatan sudah menginstruksikan dinas pertanian dan penyuluh lapangan untuk mengajak petani berkebun jagung. Bahkan dalam waktu dekat, dirinya siap menerbitkan perbup atau perda agar setiap lahan yang kosong ditanami jagung.

“Kami akan sukseskan kebun jagung 20 ribu hektar di Bengkulu Selatan, Saya bersama Wabup siap menerbitkan perbup atau perda agar setiap lahan kosong ditanam jagung,” tandas Dirwan. (369)