Profesi Barista Menjanjikan

REWA/BE
Owner GIBS Coffee Roastery, Jonathan Yustisio saat melatih calon Barista cara menggunakan mesin membuat expresso di Eleven Cafe Kota Bengkulu, kemarin (3/12).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Profesi menjadi barista sangat menjanjikan. Ini sejalan dengan meningkatnya tren masyarakat menyeruput kopi yang semakin tinggi. Hal itu terlihat dari makin banyaknya masyarakat yang berdatangan ke berbagai kedai kopi lokal. Owner GIBS Coffee Roastery Jonathan Yustisio mengatakan, lahirnya kedai kopi lokal, memunculkan profesi baru di kalangan anak muda di kota-kota besar, termasuk Bengkulu. Profesi barista (peracik kopi) merupakan salah satu pekerjaaan yang semakin banyak ditekuni oleh anak muda.

“Mereka menyerap ilmu dari berbagai kelas barista, baik lokal maupun luar negeri. Seperti yang dilakukan aktivitis HMI ini,” kata Jonathan saat diwawancara BE pada Bimtek Teknis WUB IKM Kopi di Eleven Cafe Kota Bengkulu, kemarin (3/12).

Ia mengaku, awalnya fenomena coffee shop menjamur, dikarenakan diangkatnya film “Filosofi Kopi”. Di film itu profesi barista dimunculkan dengan karakter yang kuat. Dari sanalah, tren kopi lokal semakin menguat. Menurutnya, orang seringkali menganggap profesi sebagai barista itu keren. “Mungkin, karena barista identik dengan berpenampilan rapi dan apik. Kami juga terlihat detail saat proses memilih biji kopi, menggiling hingga proses penyeduhan,” tuturnya.

Menjadi barista, lanjutnya, harus memiliki ketajaman dalam indera penciuman. Sebab, harus mampu mengenal karakter kopi dari aromanya. “Menurut saya sih profesi barista cukup menjanjikan yah. Karena, sekolahnya juga mahal, jadi wajar saja kalau gajinya juga disesuaikan. Gaji barista yang saya tahu minimal Rp 4 jutaan untuk pemula,” ungkap Jonathan.

Ia mengaku, sementara gaji barista berpengalaman bisa mencapai Rp 8-15 juta per bulan. Meski begitu, untuk menjadi barista berpengalaman tidaklah mudah. Seorang barista berpengalaman dinilai dari hasil akhir seduhan kopi yang dihidangkan. Semakin baik kualitas seduhannya semakin berpengalaman barista tersebut. “Karena seorang barista adalah key grader (juru kunci untuk memilih kualitas kopi),” tambahnya.

Ia menambahkan, meskipun profesi barista menjanjikan, namun masih kekurangan peracik kopi dari kaum hawa. Padahal, barista wanita memiliki daya tarik lebih dibandingkan laki-laki. “Jumlahnya masih sangat sedikit, jika dibanding dengan barista laki-laki. Mungkin ke depan akan lebih banyak wanita yang memilih barista sebagai profesi,” tutupnya.

Sementara itu, Salah satu calon Barista di Kota Bengkulu, Mohammad mengatakan, sudah lama menginginkan profesi sebagai Barista. Ia berharap melalui pelatihan gratis yang diberikan oleh Kemenperin bisa menjadikan dirinya Barista professional di Bengkulu. “Profesi ini sudah lama saya idam-idamkan, tidak hanya keren tapi banyak diminati kaum milenial seperti saya,” tutupnya.(999)