Produksi Kopi RL Diatas Nasional

Seorang petani kopi di Kabupaten Rejang Lebong tengah memetik buah kopinya beberapa waktu lalu. Saat ini produksi kopi Rejang Lebong diatas rata-rata nasional

CURUP, Bengkulu Ekspress – Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Suherman SP MSi mengungkapkan produksi kopi di Rejang Lebong diatas rata-rata nasional. Karena menurutnya produksi kopi di Rejang Lebong per hektarenya mencapai 745 Kg sedangkan rata-rata nasional sebesar 713 Kg per hektare.

“untuk produksi kopi di Rejang Lebong sendiri, alhamdulillah saat ini hasilnya berada diatas rata-rata nasional,” sampai Suherman.

Hasil produksi kopi di Rejang Lebong tersebut berada diatas rata-rata nasional, karena menurutnya saat ini sudah berjalannya program pengembangan dan peningkatan hasil produksi kopi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perikanan.

Dijelaskan Suherman ada beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam meningkatkan produksi kopi di Kabupaten Rejang Lebong salah satunya dengan menggalakkan program kopi sambung.

 Program kopi sambung sendiri sudah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir dan saat ini hasilnya sudah bisa dinikmati para petani kopi dengan meningkatkan hasil produksi kopi.

“Salah satu program yang mendorong peningkatan produksi kopi kita ada dengan program kopi sambung yang sudah dirasakan para petani kopi di Rejang Lebong ini,” tambahnya.

Terkait dengan luasan kebun kopi di Kabupaten Rejang Lebong sendiri, menurut Suherman saat ini luas kebun kopi di Kabupaten Rejang Lebong sendiri mencapai 23 ribu hektar dengan total produksi setiap tahunnya mencapai 17.982 ton setiap tahunnya.

Produksi kopi di Kabupaten Rejang Lebong pada tahun 2019 lalu mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2018. Untuk kopi robustas sendiri, jumlah produksi pada tahun 2019 lalu mencapai 17.795 ton meningkat dari tahun 2018 yang hanya sebesar Rp 15.739 ton.

Sedangkan untuk kopi jenis arabika pada 2018 menghasilkan sebanyak 179,250 ton, dan kemudian pada 2019 naik menjadi 187,710 ton.

Daerah penghasil kopi terbanyak di Kabupaten Rejang Lebong berada di Kecamatan Sindang Dataran dengan rata-rata produksi per hektar mencapai 2,5 ton setiap tahunnya.”Hasil produksi kopi kita ini juga dipengaruhi oleh lokasi, namun yang paling tinggi di Kecamatan Sindang Dataran yang mencapai 2,5 ton per hektare nya,” ungkap Suherman.

Terkait dengan rendahnya harga jual kopi terutama saat masuk musim panen, menurut Suherman terkait dengan pemasaran dan kualitas kopi yang dihasilkan oleh petani. Menurut Suherman kopi yang harganya anjlok tersebut adalah kopi kualitas asalan.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan harga kopi ditingkat petani di Rejang Lebong tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong selalu mensosialisasikan kepada petani tentang pentingnya proses pengolahan dan pemanen kopi.

Karena menurutnya untuk kopi dengan kualitas baik yaitu kopi yang dipetik merah dan penanganan pasca panen yang sesuai standar, harganya bisa mencapai Rp 200 ribu per Kg.

jauh dengan harga kopi asalan yang hanya dihargai sekitar Rp 17 ribu.”untuk mendapatkan harga yang maksimal kita selalu mengajak para petani kita untuk melakukan penanganan panen dan pasca panen yang baik, salah satunya dengan petik merah,” demikian Suherman.(251)