Produksi Kopi Melorot

Aktivitas para buruh kopi di KepahiangKEPAHIANG, BE – Salah satu komoditi perkebunan andalan di Kepahinag, kopi diawal tahun 2013 ini mengalami penurunan produksi. Penyebabnya, sebagian besar karena pengaruh cuaca dan musim panas yang yang terjadi sejak akhir 2012 lalu yang buruk. Salah seorang, pengusaha pengumpul hasil bumi di Kepahiang, H Zurdinata SIP memprediksikan penurunan produksi tersebut karena pada musim panas lalu, banyak bunga kopi menjadi layu.

 
“Tahun lalu kan musim panas yang terjadi lama sekali. Akibatnya banyak bunga kopi yang menjadi layu. Dari pemantauan kita ke kebun-kebun kopi petani, kondisi ini merata terjadi di Kepahiang,” ujar Zurdinata.

 
Faktor lainnya mengapa kopi diprediksi mengalami perununan, menurutnya lantaran kini tengah terjadi musim hujan dengan curah yang begitu tinggi. Akibatnya, banyak buah kopi yang usianya masih muda menjadi rontok. Menurut pengusaha juga politisi di DPRD Kepahiang ini, pengaruh musim yang juga berpengaruh besar terhadap terjadinya penurunan produksi kopi terjadi karena banyaknya aksi ilegal logging di Kepahiang.

 
Akibatnya banyak hutan yang gundul, sirkulasi air dan musim menjadi terganggu. Hal tersebut mempengaruhi produksi komoditi kopi. Karena tanaman kopi sendiri merupakan tanaman asli iklim tropis yang dapat tumbuh subur di iklim pegunungan yang dingin. “Tidak bisa dipungkiri penurunan produksi ini juga lantaran sudah banyak kegiatan pembukaan hutan secara ilegal yang mengakibatkan iklim hutan menjadi terganggu,” jelasnya. (505)