Produksi Kelapa Anjlok

PANEN: Salah seorang petani kelapa Kelurahan Bandar saat mengupas kelapa hasil panen.
PANEN: Salah seorang petani kelapa Kelurahan Bandar saat mengupas kelapa hasil panen.

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Jika para petani kelapa di wilayah Kecamatan Kaur Selatan beberapa tahun lalu dapat menghasilkan 8.000 buah kelapa perbulannya, namun saat ini kelapa yang dihasilkan hanya 500 hingga 1.000 butir saja perbulannya. Produksinya ini makin anjlok karena serangan hama dan juga akibat pembukaan lahan tambak udang yang butuh lahan luas, juga salah satu penyebab menurunnya produksi kelapa di Kaur.

“Buah kelapa sulit dicari, karena kebun kelapa ini tidak seperti dulu lagi dan sudah banyak dijadikan lahan tambak,” ujar Junata (34), salah satu petani Kelapa Kecamatan Kaur Selatan, kemarin (14/1).

Dikatakannya, anjloknya atau berkurang kebun kelapa saat ini berimbas pada harga buah kelapa yang mengalami kenaikan. Tidak hanya itu, jumlah buah kepala yang dihasilkan pun tidak sebanyak dulu. Untuk saat ini, harga kelapa di Kaur ditingkat petani mencapai Rp. 3.000-4.000 per buah. Kendati harga tinggi namun para toke kelapa tetap kesulitan untuk mendapatkan buah kelapa.

“Ditingkat petani harga kepala ini Rp. 3.000 per buah yang sudah dikupas. Tapi kalau sudah dijual dari laur Kabupaten harganya itu sampai Rp. 5.000 hingga Rp. 6.000 per buah,” ujarnya.

Hal senada juga dirasakan Ujang Rozi (34), pengumpul kelapa di Kecamatan Kaur Selatan. Ia mengaku banyak pelanggannya yang dulu menjual kelapa saat ini sudah tidak lagi menjual kelapa. Ini dikarenakan hampir sebagian lahan sudah banyak dialih fungsikan jadi tambak udang. Hal inilah membuat produksi kelapa di Kaur ini anjlok.

“Kini untuk mendapatkan buah sangat sulit. Kalau dulu dalam satu minggu bisa satu truk kita kirim ke Jakarta. Untuk sekarang bisa dalam satu bulan baru terkumpul, dan juga harganya sudah mahal,” tandasnya. (618)