Produksi Ikan Meningkat

ikan PUTPRODUKSI ikan di Desa Blumai 2 Kecamatan Padang Ulak Tanding mencapai 6 ton perhari, baik ikan jenis nila, mas dan lele yang akan dikirim ke berbagai daerah antara lain Kota Lubuk Linggau, Muara Enim, Sarolangun, Palembang dan Jambi.   Permintaan ikan dari Desa Blumai 2 tersebut sangat meningkat dibandingkan tahun yang lalu dikarenakan mutu ikan dari desa tersebut sudah diakui di daerah lain.
Tapi permintaan ikan untuk keluar daerah terpaksa dibagi, dikarenakan ikan yang di produksi di desa tersebut tidak cukup.  Ketua Kelompok petani ikan Desa Blumai 2, Suryono ditemui Bengkulu Ekspress mengatakan bahwa permintaan ikan jenis nila satu hari mencapai 6 ton, itu belum termasuk ikan konsumsi yang dijual oleh pedagang ikan keliling. tapi permintaan ikan jenis nila tersebut untuk keluar daerah seharga Rp 23 ribu/kg dan ikan mas seharga Rp 30 ribu/kg dan ikan lele Rp 20 ribu/kg.
Tapi yang paling diminati  adalah ikan nila, karena mutunya sudah diakui.  Nila dari Desa Blumai 2 sangat bersih, karena air di penampungan ikan tersebut berasal dari air sungai, sehingga kulit ikan nila tersebut sangat lembut dan dagingnya sangat lembut dan gurih.
Tapi petani ikan di Desa Blumai 2 sangat terkendala dengan modal, dikarenakan jarak panen ikan 3 bulan.  Bulan ke satu pelepasan bibit dan bulan kedua penggemukan, lalu bulan ketiga pemindahan dari kolam apung ke kolam deras untuk siap panen.  Dengan jarak itulah, kami kesulitan, sehingga kami terpaksa menunggu modal lagi dari hasil panen tersebut untuk menebar bibit lagi.  Sehingga pada jarak tersebut, kolam petani ikan terpaksa kosong tanpa terisi ikan.  Petani ikan juga kesulitan untuk mengajukan tambahan modal ke pihak bank.   ”Oleh sebab itu para petani ikan sangat mengharapkan perhatian serius dari pihak terkait atas kesulitan petani ikan untuk mengajukan pinjaman modal,” ungkap Ketua Kelompok Tani Ikan Sepakat, Suryono. (cw1)