Produk UMKM Harus Naik Kelas


Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Setiap pengusaha sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Bengkulu selalu menginginkan produknya bisa naik kelas. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah perkara mudah, diperlukan strategi jitu dan kiat-kiat khusus agar usaha bisa terus berkembang.

“Banyak produk UMKM di Bengkulu belum naik kelas, persoalannya banyak pelaku usaha yang sering mengabaikan hal-hal kecil. Contohnya, persoalan yang menyangkut tampilan kemasan produk, padahal pengaruhnya itu sangat besar terhadap penjualan,” kata BPD Hipmi Bengkulu, Yuan Degama, kemarin (26/11).

Tidak semua pelaku bisnis menyadari bahwa kemasan produk memberikan pengaruh besar terhadap penjualan. Selama ini, banyak pelaku usaha hanya fokus menciptakan suatu produk makanan dan minum, namun tidak memperhatikan kemasan. Kemasan yang sering digunakan hanyalah kemasan plastik biasa yang tidak berbeda dengan kebanyakan pelaku bisnis lain.

“Nah hal itu harus diperhatikan, karena kemasan yang menarik akan membuat harga jualnya juga bagus,” tegas Yuan.

Bukan hanya tampilan kemasan makanan dan minuman yang menarik saja, beragam produk kerajinan tangan juga perlu dikemas menarik agar diterima oleh pasar. Hal tersebut penting dilakukan mengingat pandangan pertama agar orang tertarik dengan produk, adalah kemasan yang baik. Sehingga untuk menaikkan kelas produk, diperlukan kemasan dan juga label di tiap produk.  “Dengan cara ini, orang lebih mudah mengenal nama produk tersebut,” jelasnya.

Selain itu, diperlukan juga inovasi produk. Hal ini dilakukan untuk menarik minat dan menghindari kejenuhan. Karena pelanggan juga akan selalu menunggu keluaran terbaru setiap produk dan koleksi. Inovasinya tersebut tidak terbatas pada desain produk saja. Akan tetapi, terus mencari cara agar kualitas produknya lebih awet dan tahan lama.  “Inovasi lain dari sisi manajemen pemasaran seperti membuat digital branding lewat website khusus bahkan mengeluarkan bujet untuk beriklan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu, H Muslih SH mengaku telah mendorong pelaku UKM di Bengkulu agar bisa naik kelas. Salah satunya memperbaiki kemasan produk, seperti produk minuman jeruk kalamansi yang dulunya terlihat belum begitu menarik, saat ini telah dibuat sedemikian menarik sehingga lebih banyak peminatnya. “Peminat minuman ini juga cukup tinggi, bahkan hampir setiap kegiatan event selalu ada saja yang mencari minuman ini,” tuturnya.

Tidak hanya dikagumi, berkat branding kemasan yang baik, Produk minuman ini juga pemasarannya sudah mencapai ke berbagai daerah mulai dari Jambi, Pekan Baru, Riau, Batam, Palembang, Lampung hingga ke Pulau Jawa. Ini semua berkat dukungan dari seluruh pihak sehingga membuat minuman khas Bengkulu ini semakin terkenal. “Kami berharap tidak hanya minuman sirup kalamansi saja, semoga produk lainnya juga bisa naik kelas,” tutupnya. (999)