Produk Lokal Harus Masuk Ritel

RIO/Bengkulu Ekspress ALFAMART CLASS: Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Corporate Affair Direktur Alfamart Solihin dan Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Bengkulu Efriza meninjau sekaligus berbelanja di Alfamart Class yang merupakan bentuk kerja sama program pendidikan manajemen retail donasi persembahan Alfamart, Rabu (29/11).
RIO/Bengkulu Ekspress ALFAMART CLASS: Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Corporate Affair Direktur Alfamart Solihin dan Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Bengkulu Efriza meninjau sekaligus berbelanja di Alfamart Class yang merupakan bentuk kerja sama program pendidikan manajemen retail donasi persembahan Alfamart, Rabu (29/11).

 

Alfamart Class SMKN 1 Kota Bengkulu

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) sebagai perusahaan yang hadir di tengah masyarakat, menjalankan program tanggung jawab sosial berkelanjutan, salah satunya melalui program pendidikan ritel bagi siswa SMK, Alfamart Class.

Di Provinsi Bengkulu, program tersebut dilakukan di SMKN 1 Kota Bengkulu, ditandai dengan penandantangan kerjasama antara PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk diwakili oleh Corporate Affair Director Alfamart, Solihin dan Kepala SMKN 1 Kota Bengkulu, Dra Hj Evriza M.Pd serta disaksikan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Drs Ade Erlangga M.MSi dan Plt Gubernur Bengkulu, Drh Rohidin Mersyah.

Plt Gubernur Bengkulu, Dr Drh Rohidin Mersyah MMA sangat mengapresiasi kerjasama tersebut sekaligus bentuk kepedulian dunia usaha untuk aktif dalam pendidikan. Kepedulian ini juga harus langsung meyentuh ke masyarakat, sehingga ekonomi betul-betul menggelinding di masyarakat, dan memperhatikan produk-produk usaha kecil menengah.

“Bagaimana perusahaan retail ini memberikan porsi bagi UMKM hasil daerah bisa dipajang diretailnya,” katanya.

Harapan produk olahan khas daerah dapat masuk retail modern juga suatu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pelaku usaha daerah supaya masuk dalam retail modern seperti Alfamart.

Dia mengatakan, sudah banyak produk asal Bengkulu yang sudah dikemas dengan apik, dan rasanya tidak kalah enak, misalnya emping melinjo, kripik pisang enggano, marning curup, baitat, lempuk durian, kopi bengkulu dan banyak lagi yang sudah dikemas dengan bagus dapat di promosikan pada ritel-ritel modern.

“Andai kemasan produk daerah ini belum bagus, belum terstandarisasi MUI, menjadi tanggungjawab perusahaan dan Dinas Perindag provinsi Bengkulu terlibat untuk mensertifikasinya, ” pintanya.

Jika hal ini dilakukan, maka potensi ini sangat bagus bagi UMKM di provinsi Bengkulu, produk Bengkulu akan dipasarkan ke seluruh daerah melalui ritel-ritel perusahaan.

Jika dalam realisasinya nanti produk daerah kurang diminati konsumen, maka kita harus lakukan pembenaan. “Jika hal ini dibangun maka apa yang dilakukan perusahaan akan sempurna, selain peduli disisi pendidikan perusahaan juga membina UMKM,” katanya.

Sehingga harapan perusahaan membangun daerah terwujud. “Karena perusahaan bukan hanya dituntut secara konvensional tapi bagaimana membangun daerah, dengan memberikan ruang khusus bagi usaha daerah, ” tuturnya.

Terkait hal itu, Corporate Affair Director Alfamart, Solihin menyambut baik gagasan gubernur Bengkulu, Alfamart akan mencoba bekerjasama dengan produk-produk daerah, dan segera menindaklanjutinya dengan dinas perindustrian dan perdaganganya, untuk memasarkan produk-produk unggulan daerah. “Tidak ada masalah untuk memasarkan produk unggulan daerah, permasalahanya bagaimana penyerapanya di konsumen, ” cetusnya.

Masih dikatakan Solihin, kerjasama pendidikan ritel Alfamart Class dapat meningkatkan kompetensi lulusan SMK. Program tersebut, Alfamart bekerja sama dengan SMK memiliki jurusan bisnis atau manajemen pemasaran.

Perusahaan melakukan sinkronisasi kurikulum pendidikan ritel, memberikan pelatihan kepada tenaga pengajar dan siswa.

Selain itu, perusahaan juga menghibahkan Laboratorium Ritel sebagai media praktik belajar siswa di sekolah. “Program yang telah berjalan sejak 2011 ini, diharapkan dapat menciptakan lulusan SMK yang memiliki daya saing tinggi, terampil, dan siap bekerja di lingkungan perusahaan. Khususnya di industri ritel, dengan berbagai kompetensi yang telah dimiliki,” ujarnya.

Alfamart Class beber Solihin merupakan salah satu upaya perusahaan dalam menciptakan keselarasan program pendidikan dengan kebutuhan industri ritel melalui transfer knowledge dan praktik pembelajaran yang komprehensif.

Lulusan SMK yang mengikuti program Alfamart Class dapat langsung bekerja di Alfamart. Selain itu, berbekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh, lulusan Alfamart Class juga bisa membuka usaha ritel secara mandiri. “Kebutuhan tenaga kerja di industri ritel terbilang besar. Setiap tahunnya, siswa/siswi yang telah dilatih di Alfamart Class setelah lulus langsung bisa diterima bekerja,” katanya.

Oleh karena itu, sambungnya, program ini bisa menjadi solusi yang menguntungkan bagi berbagai pihak. “Di satu sisi kami membantu menyediakan lapangan kerja bagi lulusan SMK, di sisi lain kami juga mendapat tenaga kerja yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan perusahaan,” tuturnya.

Kerjasama Alfamart class tersebut, perusahaan juga memberikan pembekalan guru dan siswa dengan berbagai kompetensi seperti pengetahuan produk, transaksi dan administrasi penjualan, persediaan produk, prosedur kerja, kerja sama tim, hingga pelayanan pelanggan.

Saat ini, program pendidikan ritel Alfamart Class telah diimplementasikan di 189 SMK yang tersebar di Indonesia, ini yang pertama di Bengkulu. Sampai akhir 2017, perusahaan menargetkan ada kerjasama dengan 46 SMK di Tanah Air.

Disisi lain, Kepala SMKN 1 Kota Bengkulu, Dra Hj Evriza M.Pd saat dikonfirmasi mengatakan Alfamart Class sudah bersinergi dengan kurikulum 2013, dimana para siswa akan belajar didalam Laboratorium, mereka bisa belajat terkait administrasi penjualan, prosedur kerja, kerjasama tim dan layanan pelanggan. “Saat ini tim guru sudah mendapatkan TOT dari perusahaan, dan siap memberikan pembelakan kepada siswa/siswi, ” cetusnya.(247)