Prioritas Pendidikan Berkarakter

Fenomena kelulusan 100% sejak 2 tahun terakhir menjadi tandatanya besae kalangan guru. Ada keraguan benakah siswanya lulus 100% murni. Pasalnya prestasi kelulisan 100% itu sulit dicapai. Hal ini dikhawtirkan menjadi kecenderungan negatif dikalangan siswa. Siswa dikhawatirkan jadi malas belajar dan berusaha giat. Mereka takutnya cenderung berusaha mencapai kelulusan, dengan caracara yang tidak jujur.

Padahal oritentasi pendidikan bukanlah kelulusan namun terbentuknya pribadi yang mumpuni. Karena itulah pendidikan berkarakter disekolah harus dilaksanakan dan menjadi prioritas. Inilah sorotan Ir Barumun Hasibuan, Pengajar Matematika pada MAN Nurul Huda Taba Penanjung.

Menurut Barumun, pola pendidikan yang meluluskan siswa hingga 100 % bukanlah hal baik. Siswa menjadi kehilangan semangat juang, alih-alih bisa membunuh karakter anak. “Saat ini sudah miskin pendidikan karakter, anak-anak didik tak lagi memiliki jiwa juang, dan karakter tangguh.

Mereka cenderung berharap belas kasihan dari guru. Al hasil muncul prbadi memble yang tak terdidik, dan memiliki mental seadanya.

”Dampaknya terlihat dari karakter dan sopan santun anak. Anak tak lagi menuruti kata orang tua dan gurunya,” kata Barumun.
Dia menuturkan karakter anak dapatlah dibimbing dari sikap guru,sebagai tauladan yang memberi contoh. Mulai dari masuk sekolah, disiplin, tata krama, sopan santun, kerapian dan hal lainnya. Ditambahkan pula segi keagamaan siswa pun sudah menipis.

“Saatnya anak perlu mendapatkan pembinaan mental dan karakter, Indikasi kurangnya karakter anak dapat dilihat dari sikap anak saat bertemu guru mereka, dalam berucap, dan budaya salaman. Hal itu semakin kurang tertanam. Pembinaan haruslah dimulai dari guru,dengan memberi contoh,” kata Barumun.

Barumun mengharapkan agar ada sinergisitas pendidikan dalam membentuk anak yang berkarakter. Tidak semata dituntaskan dengan nilai kelulusan dan materi pelajaran belaka. Namun diimbangi dengan akhlak dan pengetahuan agama memadai. (**)