Prihatin Siswa di Kaur Cari Sinyal ke Tepi Sungai, DPD RI Angkat Bicara

Sultan B Najamudin

Jakarta, bengkuluekspresss.com – Mendapatkan laporan serta dokumentasi yang beredar saat pelajar di Kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur mencari sinyal hingga ke trotoar jalan raya dan tepi sungai untuk melakukan pembelajaran secara daring (online) mendapatkan respon dari Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin.

Melalui keterangan resminya, salah satu putera kebanggaan Provinsi Bengkulu tersebut meminta
agar pemerintah bisa menemukan langkah solutif terhadap permasalahan yang terjadi.

“Saya mendapatkan laporan dan melihat foto-foto yang beredar Desa Gedung Wani, Kaur.
Semangat dan kegigihan pelajar dalam mendapatkan akses sinyal demi keberlanjutan pendidikan patut di acungi jempol dan mesti diberikan dukungan sarana serta prasarana penunjang lainnya oleh pemerintah,” ujar Sultan.

Selain itu, mantan Wakil Gubernur Bengkulu tersebut menambahkan bahwa ketika metode pembelajaran jarak jauh diberlakukan, sejak awal ia pesimis bahwa kebijakan tersebut akan
berhasil secara merata.

“Kita semua memahami bahwa secara umum pembelajaran jarak jauh belum dapat efektif
diberlakukan di Indonesia. Tapi pandemi Covid-19 memaksa kita siap tidak siap harus
melaksanakan langkah tersebut. Sebab, persyaratan utama terlaksananya pembelajaran jarak jauh yang berlatar belakang sosial ekonomi menengah atas, dan dukungan fasilitas secara individu maupun masing-masing sekolah. Tapi masalahnya banyak sekolah yang tidak memiliki modal. Jadi pembelajaran virtual hanya akan
menjadi sistem pendidikan yang meminggirkan bagi mereka yang kurang mampu,” ujar Sultan.

“Beruntung bagi mereka yang memiliki smartphone sendiri. Namun nyatanya tidak semua siswa memiliki smartphone terlebih dahulu. Biasanya mereka harus meminjam smartphone orang tua, kerabat bahkan tetangga. Dan selain itu ditambah lagi persoalan sinyal yang masih belum dapat diakses seluruh tempat baik di desa maupun pelosok daerah,” tambahnya.

Data BPS (2019) menyebutkan bahwa rentang usia 5-24 (usia sekolah) baru sekitar 53,06 siswa
yang dapat menggunakan internet. Sementara dari segi pemanfaatan komputer/personal computer, 31,37 persen digunakan oleh siswa di perkotaan dan 15,43 persen di pedesaan.

“Tanpa kemampuan untuk mengakses internet dan fasilitas peralatannya, pembelajaran secara
online tidak akan dapat bekerja dan kualitas pendidikan dikhawatirkan akan menurun,” ujar Sultan.

Adapun demi meningkatkan kualitas sinyal didaerah-daerah blank spot, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur, melalui Dinas Kominfo berkerja sama dengan Telkomsel membangun tower.(rls DPD RI)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*