Prihatin Asusila Meningkat

muiLEBONG UTARA,BE – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebong merasa prihatin dengan meningkatnya kasus asusila dalam satu bulan terakhir ini. Seperti yang disampaikan Ketua MUI Lebong H Amin AR kepada wartawan kemarin jika hal tersebut terjadi akibat minimnya pengawasan orang tua kepada anak dan kurangnya pengetahuan para remaja tentang bahaya asusila tersebut. “Tentunya kita sangat prihatin atas meningkatnya kejadian asusila dalam satu bulan ini yang telah mencapai tiga kejadian pemerkosaan dan cabul,” jelas Amin.

Dikatakannya, pihaknya meminta agar seluruh orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasannya terhadap anak, serta memberikan pengetahuan tentang bahayanya terhadap sex bebas tersebut. Apalagi Lebong merupakan daerah yang menjunjung tinggi adat istiadat dan agama. “Kedepannya kita akan lebih meningkatkan kegiatan-kegiatan keagamaan untuk para remaja di desa-desa.

Serta kita juga meminta kepada pihak sekolah, orang tua, Badan Musyawarah Adat (BMA) dan pihak lainnya untuk memberikan pengetahuan serta kegiatan guna menekan tingginya kejadian asusila akhir-akhir ini,” kata Amin.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Lebong, H Amilius mengatakan prihatin dengan meningkatnya kasus asusila yang terjadi. Apalagi kebanyakan kejadian asusila itu menimpa anak-anak di bawah umur. Selain orang tua, pihak sekolah dalam memberikan pendidikan pengetahuan tentang bahaya asusila tersebut.

“Selain itu pengetahuan tentang agama juga sangat penting. Sebab jika anak-anak tersebut paham akan agama, maka mereka tentunya tidak akan melakukan hal yang dilarang tersebut. Orang tua juga harus mengawasi anaknya dalam bergaul, serta membatasi anak-anak untuk tidak keluar malam,” pungkas Amilius.(777)