Premium Sering Kosong

spbu
BENGKULU, BE – Akhir-akhir ini masyarakat diresahkan dengan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, bahkan beberapa SPBU dalam Kota Bengkulu tidak lagi menjual premium. Salah satunya adalah SPBU Rawa Makmur.

Sementara SPBU lainnya seperti SPBU Tanah Patah, SPBU KM 7 dan SPBU Simpang 4 KM 8 masih menjual premium, namun selalu kosong dan bertuliskan ‘Premium Dalam Perjalanan’.

Atas sulitnya mendapat premium tersebut, muncul asumsi masyarakat bahwa premium sengaja dikosongkan agar masyarakat beralih ke pertalite.

“Saya sering terpaksa membeli pertalite karena premium sedang kosong. Jangan-jangan premium ini mau dihapuskan oleh pemerintah,” keluh Mulyadi (50), warga Lingkar Timur, Kota Bengkulu.

Ia mengaku keberatan membeli pertalite meskipun harganya selisih Rp 450. Sebab, ia membeli dalam jumlah banyak.

Namun hal tersebut dibantah oleh Sales Executive Pertamina wilayah Bengkulu, Deni Nugrahanto.

Ia menyebutkan tidak ada penghapusan BBM jenis premium, hanya saja untuk saat ini terjadi pengurangan karena masyarakat Bengkulu lebih banyak menggunakan BBM jenis pertalite.

“Untuk saat ini belum ada wacana mengenai penghapusan BBM jenis premium, hanya saja pasokan yang kita terima untuk jenis premium sedikit kita kurangi karena masyarakat sudah banyak yang beralih ke pertalite,” terang Deni Nugrahanto, kemarin (13/12).

Ia menjelaskan, bahwa pertalite hadir bukan menggantikan premium seperti yang sempat ramai beberapa hari terakhir ini. Pertamina masih akan memproduksi BBM RON 88 atau premium di kilang minyak Cilacap dan akan dipasok ke daerah masing-masing sesuai dengan kebutuhan.

“Ini murni bisnis, jadi ini varian produk ada yang kualitas sedang dan yang bagus. Jadi saat ini kita serahkan ke masyarakat mau menggunakan yang mana, premium apa pertalite,” jelasnya.

Ia mengakui tren saat ini di kalangan masyarakat Bengkulu sudah beralih ke pertalite yang dianggap lebih bagus untuk kendaraan dan memang sudah waktunya masyarakat untuk meninggalkan BBM dengan kadar oktan rendah seperti premium.

“Dengan oktan di atas RON 90, secara emisi akan lebih ramah lingkungan dan dengan menggunakan pertalite atau BBM yang kadar oktannya lebih tinggi dari premium, mesin kendaraan menjadi lebih bagus, penggunaan bahar bakar lebih efisien,” paparnya.

Ia menyebutkan, untuk tahun ini penggunaan pertalite mengalami peningkatan sebesar 60 persen dan ini merupakan langkah baik dan tidak menutup kemungkinan BBM jenis premium untuk wilayah Bengkulu tidak akan masuk lagi tetapi itu baru asumsi saja.

“Dari harga pun tidak terlalu jauh perbedaannya, hanya beberapa ratus rupiah saja dan berdasarkan survei kita, masyarakat Bengkulu memang lebih suka saat ini menggunakan pertalite,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk rencana kenaikan harga BBM kemungkinan terjadi pada bulan Maret 2017 mendatang, tetapi itu belum final, kemungkinan bisa saja mengalami perubahan lagi sesuai kebijakan pemerintah pusat.

“Saat ini hingga tahun 2017 mendatang kondisi dan harga BBM jenis premium dan pertalite masih stabil dan jumlah stoknya pun masih banyak, dan kemungkinan awal tahun depan akan ditambah lagi stoknya untuk jenis pertalite,” tutup Deni. (529)