PPDB SD-SMP Kota Dibuka

Sekdis kota, Nopri W Aksa
Daya Tampung Tembus 10.798 Siswa

BENGKULU, bengkuluekspress.com- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat TK, SD dan SMP di kota Bengkulu mulai hari ini. Pelaksanaan PPDB sesuai dengan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB tahun 2019/2020 dimasa pandemi covid-19. Dimana PPDB tahun ini akan dibuka empat jalur, yaitu jalur Zonasi, Jalur Prestasi, Jalur Afirmasi, dan Jalur Pindah Tugas Orang tua.

Di Kota Bengkulu daya tampung yang akan diterima tahun ini sebanyak 10.798 siswa. Rincianya 5.534 siswa SMP untuk 175 rombel yang tersebar di 25 sekolah negeri dan 5.264 siswa SD yang akan diterima di 88 sekolah dari 188 rombel yang disiapkan. Jika berkaca dari jumlah daya tampung, maka seluruh siswa lulusan SMP akan tertampung di sekolah negeri dan akan ada sekolah yang diperkirakan kekurangan murid SMP.

Terkait hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Bengkulu telah menjadwalkan pendaftaran PPDB tahun 2020 mulai tingkat TK,SD, SMP yang dilaksanakan secara bersamaan baik zonasi secara online maupun offline.

“Penerimaan berkas PPDB jalur Prestasi, Afirmasi dan Pindah tugas hanya berlangsung dua hari dari tanggal 25 s/d 26 juni 2020 , mulai pukul 08.00 wib dan akan dtutup pukul 12.00 wib, di Aula Diknas Kota Bengkulu, pengembalian berkas 29 Juni s/d 02 juli 2020,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Nopri W Aksa.

Ia menampik akan adanya kekurangan siswa ditingkat satuan pendidikan sekolah menengah pertama, pasalnya walau hampir setiap tahun jumlah siswa yang masuk ke sekolah selalu penuh. PPDB tahun ini yang akan dimulai hari ini diawali dengan penyerahan berkas,dan penambahan nilai dan surat rekomendasi. Penyerahan berkas siswa berprestasi, pindah tugas dibuka selama dua hari pada 25-26 Juni 2020 di Dinas Pendidikan kota Bengkulu.

“Dikbud akan membuka posko layanan PPDB, dan tetap mengedepankan protokol covid-19, ” jelasnya.

Berkas yang diusulkan tersebut dapat diambil pada 29 juni hingga 2 Juli siswa sudah bisa mengambil berkas prestasi yang diusulkan tersebut. “Setelah mendapat tambahan nilai, siswa bisa mendaftar ke sekolah secara online,” katanya.

Nopri meyakini, akan terjadi kompetisi sengit antar siswa berprestasi, akan banyak siswa yang tereliminasi, pasalnya kuota yang disiapkan hanya 20-30 persen dari daya tampung kuota sekolah dan boleh memilih sekolah mana saja alias bebas zonasi. “Karena memang ada prestasi akademik dan non akademik yang akan diterima, setiap kategori juara mendapat tambahan nilai yang berbeda-beda, ” jelasnya.

Pun demikian, siswa yang tereliminasi berprestasi yang sudah tereliminasi di jalur bebas zonasi, mereka bisa berkompetisi kembali ke zonasi tempat tinggalnya. (247)