Potensi Zakat Fitrah Bengkulu Rp 48,5 Miliar

Mampu Menggerakkan Ekonomi

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu belum lama ini telah mengeluarkan besaran zakat fitrah yang harus ditunaikan oleh penduduk Muslim di Bengkulu yaitu beras tipe I seharga Rp 35 ribu, beras tipe II seharga Rp 30 ribu, dan beras tipe III seharga Rp 25 ribu.

Jika merujuk pada besaran zakat fitrah yang telah ditetapkan tersebut, maka setidaknya sudah ada gambaran potensi dana zakat fitrah yang bisa terkumpul untuk 8 golongan penerima zakat fitrah utamanya kaum fakir miskin. Dimana potensi zakat fitrah yang bisa terkumpul kurang lebih minimal Rp 48,5 miliar.

Pakar Ekonomi Universitas Bengkulu, Prof Dr Kamaludin SE MM mengatakan, berdasarkan data Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, jumlah penduduk muslim di Bengkulu mencapai 1.946.229 orang. Dengan asumsi hitungan minimal, hitungannya adalah jumlah penduduk yang berpotensi mengeluarkan zakat fitrah dikalikan besaran zakat fitrah.

Katakanlah yang membayar zakat fitrah ada 1,940.000 juta jiwa (sudah dikurang 6.229 jiwa karena tidak mampu membayar zakat fitrah atau sudah pindah/meninggal dunia), lalu dikalikan Rp 25 ribu (rata-rata besaran zakat fitrah) maka hasilnya adalah Rp 48,5 miliar. “Potensi minimal zakat fitrah di Bengkulu itu minimal Rp 48,5 miliar kalau berdasarkan jumlah penduduk muslim yang ada,” kata Kamaludin, kemarin (20/5).

Dengan potensi sebesar itu, seandainya zakat fitrah tersebut dikerahkan untuk membantu 15,41 persen penduduk miskin di Bengkulu atau sekitar 303.545 ribu jiwa, maka setiap jiwa akan mendapatkan bantuan sekitar Rp 159,778 ribu/jiwa.

Meski tidak begitu besar, setidaknya bantuan tersebut bisa menjadi membuat penduduk miskin di Bengkulu berseri-seri saat merayakan lebaran tahun ini. “Tapi diketahui bersama bahwa penerima zakat fitrah tidak mesti miskin tapi ada golongan lain yang juga berhak yaitu fakir, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil,” ungkap Kamaludin.

Selain itu, Ia berharap potensi zakat yang besar di Bengkulu dapat dimaksimalkan sehingga memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah dan nasional. Dimana ia berharap ada lompatan-lompatan pertumbuhan pengumpulan dan penyaluran zakat di Indonesia termasuk Bengkulu. “Zakat sangat penting sekali untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi, mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tutupnya.

Sementara itu, Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Drs H Bustasar MS MPd membenarkan potensi zakat di Provinsi Bengkulu sangat besar. Untuk itu, pihaknya berharap, masyarakat muslim dapat membayar zakat pada tahun ini tepat waktu. “Potensi zakat fitrah di Bengkulu besar, oleh karenanya, kami imbau masyarakat bisa membayar zakat fitrah hingga H-1 Idul Fitri,” ujar Bustasar.

Ia juga mengimbau, agar pembayaran zakat dilakukan melalui Badan Amil Zakat (BAZ) atau di unit-unit pengumpulan zakat masjid, dan musala di masing-masing daerah. Sehingga dalam penyalurannya dapat dimanfaatkan oleh mustahiq atau penerima zakat.



“Agar penyalurannya lebih tepat sasaran, dianjurkan membayarnya melalui BAZ atau unit pengumpulan zakat, sehingga potensi yang besar tadi bisa dipergunakan untuk mensejahterakan masyarakat penerima zakat,” tutupnya.

Gaji ASN dipotong Untuk Zakat

Sementara itu, memasuki pertengahan bulan ramadan Pemerintah Kota Bengkulu mulai mempersiapkan pembayaran zakat. Untuk memastikan mekanisme dalam pelaksanaan zakat ini, Wakil Walikota memanggil seluruh kepala OPD, lurah dan camat melakukan rapat persiapan di ruang rapat hidayah, kemarin (20/5).

Rencananya, jika tidak ada halangan, maka bulan depan gaji untuk ASN dipotong langsung sebesar 2,5 persen sebagai zakat profesi. “Dana yang terhimpun nantinya akan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, semisal ada masyarakat miskin yang sakit, maka biaya pengobatan akan diakomodir menggunakan zakat profesi tersebut,” kata Dedy.

Pengumpulan zakat ini bukan paksaan dari pemerintah, melainkan untuk mengoptimalisasikan potensi zakat Indonesia yang sangat besar yang selama ini sudah biasa dilakukan.  Dijelaskan Dedy, pemotongan ini nantinya akan dilakukan secara langsung oleh Bank Bengkulu selalu pihak yang mengelola kas daerah, dan kemudian Bank Bengkulu yang akan mentransfer uang tersebut ke rekening Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). “Nanti akan langsung di proses sama Bank Bengkulu, untuk kemudian ditransfer langsung ke Baznas khusus hasil kumpulan zakat profesi ASN Kota,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa ASN yang bersedia gajinya dipotong untuk zakat profesi akan diminta untuk menandatangani surat pernyataan terlebih dahulu. “Surat pertanyaan nanti diteken sama ASN yang dengan ikhlas dipotong langsung untuk memenuhi zakat profesinya, karena pemotongan ini akan dilakukan sebelum gaji masuk ke rekening masing-masing,” pungkasnya. (805/999)