Poso Kembali Mencekam, Aktivitas Perekonomian Lumpuh

POSO – Pasca-penggerebekan rumah warga di RT 20 B jalan Pulau Pulau Sabang Lorong Merpati, Kelurahan Kayamanya Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah,  Sabtu (3/11) yang menewaskan AH (27) dan menangkap hidup MY, kondisi Kota Poso dan sekitarnya kemarin sangat mencekam.
Sejumlah aktivitas warga lumpuh total. Lumpuhnya aktifitas warga yang paling nampak adalah disektor ekonomi dan pendidikan. Terlihat seluruh pertokoan di sepanjang jalan Pulau Sumatera dan pasar sentral Poso tutup. Pun demikian, aktifitas ekonomi di dalam pasar sentral Poso sunyi karena banyak toko, kios, dan lapak yang tutup. Jalan Trans Sulawesi di sepanjang pulau Sabang Kayamanya- pulau Sumatera sempat ditutup beberapa jam, dan kembali dibuka normal sekitar pukul 16.30 wita.

Bagimana dengan aktifitas pendidikan? Semua tingkatan sekolah (TK,SD, SMP, SMA) di wilayah Poso Kota tutup karena memilih memulangkan murid-muridnya lebih awal. Bahkan SD 27 Poso, lokasi penembakan AH, diliburkan sejak awal.

Pantauan Radar Sulteng (JPNN Group), lumpuhnya aktifitas ekonomi dan pendidikan di pusat kota Poso tak lepas dari tak kondusifnya keamanan saat itu.

Aksi baku kejar polisi dengan warga pendukung korban tewas dan penangkapan penggrebekan yang diwarnai saling lempar batu dan pembakaran ban-ban bekas di jalanan kota semakin membuat warga takut beraktifitas.

‘’Takut torang mo buka toko jualan,” ujar warga di pertokoan pasar sentral Poso. Sebagian warga Poso Kota dan sekitarnya juga memilih berdiam diri di rumah. “Tadi saya mo pergi ke pasar. Tapi batal. Takut karena Poso rebut lagi,” sebut Armi, ibu rumah tangga di Poso Kota Utara.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Dewa Parsana yang dikonfirmasi terkait kondisi keamanan Poso memastikan aman dan kondusif. Tapi ia mengakui jika ada beberapa titik gangguan keamanan di wilayah kota Poso pasca penggrebekan AH dan MY. “Kondisi Poso secara umum aman dan kondusif,” tandasnya. (bud)