Positif Covid Asal Kaur “Berkeliaran” di Lebong

Kepala Dinas Kesehatan Lebong, Rachman SKM MSi

LEBONG, bengkuluekspress.com – Takut tidak mendapatkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), seorang warga Kabupaten Kaur, berinisial AVN (25) yang positif Covid-19 dan seharusnya masih melakukan isolasi mandiri, malah mendatangai Kabupaten Lebong. Bahkan sempat menggemparkan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Talang Leak Kecamatan Lebong Sakti, tempat dirinya diterima sebagai CPNS.

Data terhimpun, AVN sendiri merupakan 1 dari 98 orang yang dinyatakan lulus sebagai CPNS Kabupaten Lebong, untuk formasi tahun 2019 yang lalu. Karena dinyatakan lulus sebagai CPNS, panita penerimaan CPNS Kabupaten Lebong, mengumumkan bahwa pertanggal 31 Desember 2020, seluruh CPNS diwajibkan untuk datang untuk mengambil SK pengangkatan 80 persen sebagai CPNS.

Karena dengan alasan itulah, AVN yang serusnya masih wajib melakukan isolasi mandiri, nekat mendatangi Kabupaten Lebong untuk menerima SK. Bahkan selain mengikuti pembagian SK, diketahui yang bersangkutan juga mendatangi Kantor Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Lebong untuk melakukan perekaman data absensi.

Selain itu, AVN juga telah berinteraksi dengan beberapa orang temannya serta para pegawai yang berada di Puskesmas Talang Leak Kecamatan Lebong Sakti, pada hari Senin kemarin (7/1). Dimana seharusnya yang bersangkutan masih menjalani isolasi mandiri.

Sementara, AVN sendiri melakukan pemeriksaan swab oleh petugas kesehatan di Kabupaten Kaur, pada tanggal 22 Desember 2020 dan dinyatakan positif. Seharusnya, yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari atau lebih kurang hingga hari Rabu (6/1). Akan tetapi bukannya melakukan isolasi mandiri, yang bersangkutan malah mendatangi Kabupaten Lebong tanpa diketahui bahwa yang bersangkutan positif Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Lebong, Rachman SKM MSi membenarkan bahwa ada seorang warga Kabupaten Kaur, berstatus CPNS dan merupakan salah satu Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Lebong yang dinyatakan terpapar Covid-19.

“Iya memang ada CPNS asal Kaur yang hasil swabnya positif,” jelasnya, Kamis (7/1).

Adanya kejadian ini, dirinya sangat menyayangkan karena tidak adanya kejujuran seorang warga yang seharusnya melakukan isolasi mandiri meskipun hasil swab positf ataupun negatif. Terlebih lagi seorang Nakes yang seharusnya memberikan contoh kepada masyarakat. “Mengetahui hal tersebut, kita langsung meminta AVN untuk melakukan isolasi mandiri,” sampainya.

Selain itu, pihaknya juga meminta 6 orang yang telah melakukan kontak erat selama yang bersangkutan berada di Kabupaten Lebong, untuk juga melakukan isolasi mandiri dan telah diambil sampel swabnya, untuk memastikan apakah mereka terpapar Covid-19 atau tidak. “Termasuk yang bersangkutan, nantinya akan kita ambil sampel swab kembali,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memantau pegawai dari Puskesmas Talang Leak, dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) dan dari Diskominfo-SP). Jika nantinya di hari ke 5 hingga ke 7 mereka menunjukan adanya gejala terpapar Covid-19, maka akan dilakukan pemeriksaan swab.

“Untuk pelayanan di Puskesmas Talang Leak sendiri saat ini tetap dibuka untuk umum,” ujarnya.

Sementera itu, di Kabupaten Lebong sendiri sudah ada 40 orang warga asli Kabupaten Lebong yang terkonfirnasi Covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 orang telah dinyatakan sehat, 6 orang masih menjalani isolasi mandiri dan 1 orang meninggal dunia. “Itu data terakhir yang kita dapatkan untuk kasus Covid-19,” tutupnya. (614)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*