Porwil Ke X se-Sumatera

RIO/Bengkulu Ekspress
MENUJU PORWIL: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengukuhkan panitia besar PORWIL X Tahun 2019 di Provinsi Bengkulu di Gedung Serbaguna Provinsi Bengkulu, Kamis (17/1).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Provinsi Bengkulu sudah ditetapkan sebagai tuan rumah event Pekan Olahraga wilayah (Porwil) ke-X se-Sumatera, yang akan digelar pada tanggal 3-9 November tahun 2019 mendatang. Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah menegaskan, kegiatan tersebut harus berjalan secara sukses di Provinsi Bengkulu. Untuk itu persiapan harus mulai dilakukan dari saat ini, sampai pada H-1 pembukaan Porwil yang direncanakan akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

“Tugas kita semua, agar berjalan sukses dan membanggakan untuk Bengkulu,” ujar Rohidin dalam sambutan pelantikan pengurus besar Porwil ke-X di Gedung Serbaguna (GSG) Pemprov Bengkulu, kemarin (17/1).

Ditegaskannya, panitia besar yang telah dilantik, harus segara mulai bekerja. Persiapan demi persiapan harus mulai dilakukan. Agar eventnya bisa berjalan baik dan meriah. Khususnya untuk media promosi juga sudah mulai dilakukan. Baik itu promisi di media, lalu di spanduk, baliho juga sudah bisa mulai dilakukan. “Buat semeriah mungkin. Mulai angkat suasannya, kalau memang porwil itu sudah dimulai,” ungkapnya.

Secara teknsi, Rohidin mulai membeberkan satu persatu. Pertama yang perlu dilakukan, agar suasana Porwil itu dimulai, maka diperlu dibuat baliho besar untuk dipasang diwilayah strategis. Contohnya, baliho itu harus dipasang di depan Bandara Fatmawati Soekarno Bengulu. Tentunya dalam Baliho itu, dirancan untuk selamat datang termasuk mencantumkan foto gubernur bersama 9 bupati dan 1 walikota di Bengkulu. “Biar orang itu tau, kalau ada Porwil. Jadi secara teknis, harus saya sampaikan,” tutur Rohidin.



Ditambahkannya, baliho besar itu juga harus dibuat dengan tema besar Porwil ‘spirit of sumatera berprestasi di bumi rafflesia’. Lalu nantinya dicantumkan foto kepala daerah se-Sumatera. Nantinya baliho besar itu bisa dipasang disetiap provinsi di pulau Sumatera. “Memang harus dibuat seperti itu. Jadi bukan orang Bengkulu saja yang merasakan, orang luar juga ikut merasakan porwil di Bengkulu,” katanya.

Tidak hanya dari sisi promosi, untuk sarana prasarana olahraga yang dipertandingkan juga harus bisa dipersiapkan secara maksimal. Khususnya Standion Bengkulu sebagai lokasi tempat pembukaan dan penutupan juga harus dirubah menarik dibanding saat ini. Baik itu mulai dari pintu masuk, lampu jalan, pagar, hingga susunan didalam standion juga harus disiapkan.

“Dibuat semenarik mungkin. Walapun produknya sederhana, tapi kinclong dilihat. Maka harus disulap 190 derat dari yang sekarang,” tegas Rohidin.

Terpenting, lanjutnya, pada saat pembukaan. Persiapan pembukaan mulai hal seteknis mungkin bisa dipersiapan mulai dari sekarang. Karena dalam pembukaan dan penutupan itu yang akan dilihat sukses ataupun tidaknya acara tersebut. “Siapkan mana penarinya, dolnya dan lain-lainnya itu. Jangan lupa semua ornamennya itu ada ciri bunga rafflesianya. Karena itu icon Bengkulu. Jadi orang tahu Bengkulu, tahu rafflesia. Ini penting,” ungkapnya.

Event besar yang dianggarakan oleh pemprov sebesar Rp 34 miliar dan di Ketuai oleh Asisten I Setdaprov Bengkulu Drs Hamka Sabri MSi itu, tentunya harus memberikan efek positif untuk Bengkulu. Maka dari itu, multi efeknya juga harus dirasakan oleh masyarakat, khususnya usaha kecil menengah (UKM.) “UKM ini bila perlu dilantih, bagaimana tegur sapanya. Penatapan harga juga dilakukan. Jualan souvenirnya dibuat semenarik mungkin,” terangnya.

Tidak hanya itu, Rohidin juga meminta tempat-tempat wisata juga harus bisa dijaga agar bisa tetap indah. Sehingga masyarakat luar yang datang ke Bengkulu bisa berwisata dan layak untuk dikunjungi. “Jadi event ini tidak hanya tujuannya piala, tapi bagaimana mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Ini yang paling penting bisa dipahami secara bersama,” ujar Rohidin.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu, Mufran Imron mengatakan, secara teknis, pihaknya telah melakukan persiapan pada 10 cabang yang akan dipertandingkan. Namun demikian, KONI juga masih menunggu nomor-nomor pertandingan di masing-masing cabang.”Dalam waktu dekat, kita mengundang PB dan KONI se-Sumatera untuk rapat bersama,” ujar Mufran.

Untuk kontingan Provinsi Bengkulu, Mufran menjelaskan telah melakukan pemetaan untuk cabang-cabang yang mempu mendapatkan medali. Beberapa cabang diantaranya adalah panjat tebing. KONI optimis, panjat tebing bisa meraih mendali emas. “Kita sudah cek kekuatan kita sudah 5.6 kecepatannya, di Sumatera masih 6.1 artinya ini cukup mambanggakan kita untuk prestasi panjat tebing. Insyallah kita optimis bisa jadi jaura sebagai tuan rumah,” tandasnya. (151)