Porwil 2019 Terancam Seadanya

Porwil
Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Provinsi Bengkulu sudah ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2019 mendatang, namun sampai saat ini persiapan dari segi infrastruktur cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan belum juga siap.

Sejauh ini Provinsi Bengkulu masih mengajukan proposal untuk pembangunan infrastruktur olahraga ke Kemenpora. Pengajuan itu untuk pembuatan kolam renang, lapangan futsal dan panjat tebing. Jika usulan itu tidak diakomodir oleh Kemenpora, maka pelaksanaan Porwil di Bengkulu ini pun terancam seadanya.  “Kita masih ajukan untuk kesiapan Porwil,”

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, H Meri Sasdi Jantan MPd, kemarin (5/8). Ditegaskannya, ada 12 cabor yang akan dipertandingkan pada Porwil tahun 2019 mendatang. Cabor itu seperti atletik, biliar, bola basket, bulu tangkis, catur, panjat tebing, pencak silat, renang, sepak bola, sepak takraw, kempo dan tinju.



Menurutnya sarana dan prasarannya masih dipersiapkan semua. Namun, ada beberapa infrastuktur yang sudah siap. “Kita akan terus maksimalkan lagi persiapannya,” tambahnya. Pengajuan proposal bantuan pembangunan sarana olahraga ke Kemenpora ini akan terus dikawal. Mengingat, Bengkulu masih minim untuk sarana 3 olahraga tersebut. Ketika telah disetujui, maka akan segera dilakukan pembangunan.  “Ini akan kita kawal terus, agar bisa cepat disetujui,” tutur Meri.

Disamping itu, Meri juga meminta kepada semua pihak, termasuk DPR RI dari Bengkulu untuk bisa ikut mendesak usulan pembangunan infrastruktur cabor itu disetujui. Sebab, jika Porwil sukses di Bengkulu, maka dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat besar sekali.  “Kami butuh bantuan semua pihak bisa kawal ini,” ungkapnya.

Meski belum siap semua, Pemprov akan terus berusaha memperbaikan semua infrastruktur olahraga yang ada. Baik GOR maupun Stadion Semarak Bengkulu. Sebab, nanti semua orang dari Sumatera akan datang ke Bengkulu untuk mendukung dan menyaksikan atlet-altet dari daerahnya.

“Semaksimalkan mungkin kita siapkan. Kita ingin jadi tuan rumah terbaik sehingga menciptakan atlet-atlet handal untuk Indonesia,” tutup Meri. (151)