Portugal Tanpa Postiga

BOMBER Portugal Helder Postiga harus bersiap kehilangan tempat utama dalam skuad timnas Portugal pada babak semifinal Euro 2012 nanti. Itu terjadi setelah pemain berusia 29 tahun itu terkena cedera hamstring dalam laga menghadapi Republik Ceko, Jumat (22/6) WIB. Belum diketahui seberapa parah kondisi cedera yang dialami pemain andalan klub Real Zaragoza itu. Hanya, dalam laga kemarin dia harus ditarik keluar sebelum babak pertama berakhir. Postiga ditarik keluar pada menit ke-40, sebagai gantinya pelatih Pauo Bento pun memasukkan Hugo Almeida. Seperti yang diberitakan di Goal, Postiga diperkirakan bisa absen hingga laga semifinal 28 Juni nanti. Walaupun tim dokter Portugal masih optimistis Postiga sudah pulih sehari sebelum semifinal. “Kami akan mengevaluasi lagi sejauh mana perkembangan cederanya besok (hari ini, Red),” kata tim dokter Portugal Henrique Jones. Nama Postiga memang tidak setenar Cristiano Ronaldo yang menjadi tulang punggung permainan Seleccao Das Quinas ” julukan Portugal. Namun, pemain yang sudah bermain 53 kali untuk Portugal itu tetaplah komponen penting di lini depan. Dia menjadi salah satu trisula maut Portugal selain Ronaldo dan Nani. Dalam Euro 2012 ini, Postiga memang baru mencetak sebiji gol di babak penyisihan grup. Tapi, gol tersebut berperan penting membawa Portugal bangkit dan melenggang ke perempat final. Gol tersebut turut mengantarkan Portugal menuai tiga angka pertamanya dengan menang tipis 3-2 dari Denmark. Meski masih ada sedikit kemungkinan Postiga bisa tampil di empat besar, tim dokter memilih cara aman untuk menyimpannya dulu. Selanjutnya, Postiga diharapkan sudah pulih jika nantinya Portugal bisa merangsek ke babak final 1 Juli mendatang. “Apapun pasti akan kami lakukan supaya dia bisa pulih tepat pada saat laga final nanti,” klaim Jones. Kehilangan Postiga menjadi pukulan telak tersendiri bagi Paulo Bento. Sebab, Postiga merupakan pemain yang kerap mendapat jatah reguler bermain di tim inti. Tenaganya pun sangat dibutuhkan bagi Portugal untuk melawan pemenang antara Spanyol lawan Prancis. Bento pun harus memeras otak untuk menentukan opsi pemain pengganti Postiga. Selain Postiga dan Ronaldo, Portugal sebenarnya masih memiliki beberapa pemain yang bisa menjadi pilihan. Di antaranya Hugo Almeida, Nelson Oliveira dan Silvestre Varela.┬áNah, menjelang semifinal mendatang, Portugal lebih memilih melawan Spanyol dibandingkan Prancis. Alasannya, Portugal ingin membalas dendam di Piala Dunia dua tahun lalu. Ketika itu Portugal kalah 1-0 di babak 16 besar oleh tetangganya tersebut lewat gol David Villa.

Optimis Juara
Lolosnya Portugal ke babak semifinal Euro ini membuat optimisme publik sepakbola negara tersebut melambung. Bahkan, legenda sepakbola Portugal Eusebio menyebut anak asuhan Paulo Bento itu bisa memenangi Euro tahun ini. terlepas dari ketatnya persaingan di semifinal nanti.┬áDilansir dari Goal, Eusebio mengklaim bahwa tidak ada yang tidak mungkin dengan prestasi tim Portugal kali ini. Hasil di laga-laga awal penyisihan tidak bisa dijadikan patokan. “Portugal juara” Siapa tahu itu bisa terjadi. Masih ada dua pertandingan lagi,” kata Eusebio ketika diwawancarai RTP. Dia menganggap pencapapain penggawa Portugal kali ini mengingatkan publik 8 tahun silam. Ya, kala itu Portugal mampu menembus babak final sebelum akhirnya dikalahkan Yunani. “Ini semua berkat kerja keras dari seluruh tim, baik pemain ataupun pelatih beserta stafnya,” cetus pria 70 tahun itu. Bahkan saking gembiranya, Eusebio yang menonton pertandingan itu sampai beranjak dari tempat duduknya. Ketika itu, dia menonton bersama legenda timnas Portugal lainnya, Luis Figo. “Aku pun sampai memeluk dia (Figo, Red) untuk meredakan keteganganku,” imbuh dia. Majunya skuad Portugal ke babak semifinal ini banyak menyiratkan arti penting. Bukan hanya membuka memori manis 2004 silam, Portugal juga mampu mementahkan kritikan tajam yang sempat mampir ke telinga mereka. Terlebih di awal mulainya kejuaraan Euro 2012 ini. (jpnn)