Populasi Kerbau Capai 56 Ribu Ekor

BINTUHAN, BE- Populasi ternak kerbau milik masyarakat di wilayah Kabupaten Kaur, saat ini mencapai sebanyak 56.000 ekor.  Hal ini sesuai dengan hasil pendataan Dinas Pertanian Kaur di lapangan beberapa waktu lalu sepanjang tahun 2012. Jumlah populasi kerbau mencapai sebanyak 56.000 ekor dan sapi sebanyak 4.500 ekor. Hal ini bakal bertambah jika masyarakat terus mengembang biakan.

“Memang kerbau sejak dahulu terus mendominasi dibanding sapi, lantaran perwatanya  lebih mudah dibanding sapi,” ungkap Kadis Pertanian Asmawan SSos, kemarin.

Menurut Asmawan, populasi kerbau dan sapi jika digabungkan sebanyak 70.500 ekor, yang tersebar di 15 kecamatan. Namun, berapa jumlah  populasi kerbau dan sapi di masing-masing kecamatan. Hal ini belum diketahui secara pasti, karena masih dalam pendataan sedangkan jumlah populasi 70 ribu itu masih ada data global. “Yang jelas dari hasil pendataan Dinas Pertanian Kaur, jumlah populasi kerbau dan sapi di  daerah ini mencapai 70.500 ekor. Kerbau dan sapi tersebut hasil pengembangan para  petani kaur sejak dahulu,” ujarnya.

Dikatakanya, Khusus kerbau sejak puluhan tahu lalu, sudah dikembangkan para petani khususnya kecamatan Padang Guci dan Kecamatan Kinal. Kemudian juga populasi kerbau di Kaur ini merupakan populasi terbanyak di Provinsi Bengkulu. Namun saat ini pihak Pertanian terus melakukan pengembangan kerbau dengan baik.

“Dinas Pertanian Kaur terus mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan ternak kerbau tersebut. Sebab, harga hewan ini cukup tinggi mencapai puluhan juta per ekor. Hal ini jelas mensejahterakan masyarakat,” jelasnya.

Jika setiap petani di Kaur memiliki, Tambah Asmawan, ternak kerbau minimal tiga ekor saja, maka ke depan jumlah populasi hewan ini bisa mencapai ratusan ribu ekor. Hal ini tidak dipungkiri dari 134 ribu jiwa penduduk kaur sudah setengahnya warga memiliki ternak kerbau dan sapi. Hal ini jelas bahwa tahun 2013 warga kaur rata-rata punya ternak. “kalau setiap petani di Kaur memiliki kerbau, maka ke depan kesejahteraan mereka akan  meningkat, karena harga paling rendah sebesar Rp17 juta/ekor. Harga kerbau sebesar  ini untuk usia dua tahun. Sedangkan kerbau usia diatas tiga tahun harganya bisa mencapai  Rp20 juta/ekor,” jelasnya.(823)