Pondok Maksiat Dibakar

RIZKY/Bengkulu EkspressWarga Kelurahan Pekan Sabtu dan Satpol PP Kota Bengkulu membakar pondok yang diduga digunakan sebagai tempat maksiat di kawasan eks Terminal Air Sebakul, Kamis (13/6)

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Setelah melakukan razia dan menangkap 6 orang wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) di kawasan eks Terminal Air Sebakul, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu dan warga Kelurahan Pekan Sabtu membongkar dan membakar 10 unit pondok yang diduga digunakan sebagai tempat maksiat, Kamis (13/6).

Puluhan anggota Satpol PP dan warga mulai membongkar pondok sekitar pukul 10.00 WIB, kemarin. Pemilik pondok diimbau untuk menyelamatkan barang yang dirasa penting. Pondok sederhana berukuran kurang dari 4×4 meter persegi di dalamnya terdapat tempat tidur lengkap dengan kasur dan bantal, dibakar.

Api cepat membesar karena bahan bangunan pondok yang terbuat dari papan tipis bekas kayu olahan. Aksi tersebut tidak dihadang oleh pemilik pondok, mereka hanya pasrah melihat pondok tempat mereka mencari rupiah dirobohkan.

Kebanyakan pondok maksiat tersebut sudah berdiri sejak enam tahun lalu. Karena sudah terlalu meresahkan, warga bergerak membersihkan tempat tersebut.”Sudah lama, lebih kurang lima tahun lalu. Awalnya pondok biasa, tetapi lama-kelamaan digunakan tempat maksiat,” jelas Ketua RT 9 Kelurahan Pekan Sabtu, Supardi.

Masih dikatakan Supardi, agar ke depan lokasi tersebut tidak digunakan kembali sebagai tempat maksiat, warga sudah sepakat menjaga agar lokasi tersebut tidak digunakan sebagai lokasi maksiat lagi. “Selain kesepakatan warga, kita juga pasti koordinasi dengan Satpol PP, kepolisian dan instansi terkait lain jika nanti masih ada yang nekat mendirikan pondok maksiat lagi,” imbuh Supardi.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Mitrul Ajemi SSos mengaku, apa yang diprogramkan Walikota Bengkulu bahwa Bengkulu Religius didukung masyarakat. Buktinya, pembongkaran pondok maksiat di eks Terminal Air Sebakul akibat dari kemarahan masyarakat karena kawasan mereka digunakan untuk maksiat. Berkaitan dengan pengawasan, Satpol PP Kota Bengkulu siap membantu warga untuk membongkar eks terminal jika masih digunakan kembali untuk tempat maksiat. “Tidak ada keributan dan perlawanan, bahkan pemilik pondok ikhlas saat Satpol PP dan warga merobohkan pondok,” pungkas Mitrul.(167)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*