Ponakan Dewan Tewas Ditembak Oknum Brimob

DSC_0138 IMG_0952 IMG_0925 DSC_0143

RIMBO PENGADANG, BE – Suasana mencekam terjadi di kebun jeruk di Kecamatan Rimbo Pegadang, sekitar pukul 16.30 WIB, kemarin. Ratusan warga mendatangi kebun jeruk gerga dan bertindak anarkis dengan membakar 3 unit bangunan rumah dan ruko serta satu unit Mobil jenis Toyota Kijang BD 9317 KZ milik pengusaha jeruk gerga tersebut.
Kemarahan warga tersebut dipicu tewasnya Doni (25) salah satu warga Kelurahan Rimbo Pengadang setelah ditembak bagian kepala belakangnya oleh oknum Brimob Polda Bengkulu berinisial Briptu AF. Berdasarkan pantauan langsung Bengkulu Ekspress di lapangan, hingga pukul 19.00 WIB, api masih berkobar menghabiskan rumah pemilik kebun yang dibakar massa.
Belum diketahui pasti kronologis kejadian lantaran tidak ada satupun saksi mata kejadian. Informasi yang berkembang di tengah warga, amuk massa berawal dari warga yang mendengar suara tembakan. Kejadian itu pun dilaporkan ke polsek terdekat. Namun entah bagaimana saat beberapa anggota Polsek turun ke lapangan, ratusan warga juga mendatangi lokasi kejadian.
Sementara saat itu terlihat Doni (25) ponakan anggota DPRD Lebong H Syamsui Yusuf SH tergeletak tak bernyawa dan bersimbah darah. Kepala terkena luka tembakan dan mukanya penuh lebam. Saat itu kondisi perkebunan itu telah kosong ditinggal penghuninya.  Melihat kondisi ini warga pun mengamuk dan membakar semua fasilitas dan bangunan yang ada di lokasi.
Kapolres Lebong AKBP ROH Hadi SIk didampingi Wakapolres Lebong Kompol Hendri Z SE yang langsung turun ke lokasi kejadian saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan jika dari informasi yang diperoleh sementara, kejadian tersebut berawal saat Doni yang merupakan warga Kelurahan Rimbo Pengadang yang diduga mencuri jeruk gerga yang ada di kebun tersebut. Namun aksinya tersebut dipergoki oleh oknum Brimob yang memang sedang bertugas atau ngepam untuk menjaga kebun jeruk. Entah bagaimana ceritanya hingga oknum Brimob tersebut melepaskan tembakan yang tepat mengenai kepala bagian belakang korban.
“Setelah mendapatkan laporan ada warga yang terkena tembak, anggota Polsek Rimbo Pengadang langsung menuju ke TKP. Namun belum lama sampai di lokasi, warga yang diduga marah langsung datang dan mengejar anggota. Masa juga membakar dan merusak 2 unit pondok yang dijadikan rumah dan pondok untuk menyimpan hasil panen dan satu unit mobil Kijang jenis pick up,” jelas Kapolres.
Ditambahkan Roh Hadi, saat ini Briptu Af yang diduga melakukan penembakkan sudah diamankan, sementara pengusaha jeruk gerga yang diketahui bernama Selvi belum diketahui beradaannya, “Kita sudah mencoba untuk menghubungi Selvi melalui telepon seluler tetapi tidak berhasil. Kemungkinan ia sudah mengamankan diri keluar kabupaten Lebong. Kita masih mengumpulkan informasi terkait kejadian ini, kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya,” ungkap Roh Hadi.
Selain itu, Kapolres sekitar pukul 21.30 WIB langsung memberikan bantuan kepada keluarga korban. Dalam pemberian bantuan tersebut Kapolres berjanji akan mengusut tuntas kejadian tersebut hingga tuntas. Kemudian Kapolres juga meminta agar warga yang menjakdi saksi atas kejadian tersebut bersedia dimintai keterangan terkait penuntasan kasus tersebut. “Akan kita tuntaskan kasus ini, namun saya berharap dukungan saksi dalam hal pemeriksaan karena hal ini guna mendukung penuntasan kasus,” jelas Kapolres.
Di sisi lain, Kapolres juga mengharapkan kepada warga untuk tidak terprovokasi atas kejadian tersebut hingga terjadi kejadian yang tidak diinginkan. “Kami juga meminta maaf atas kejadian ini, kepada warga kami minta jangan terprovokasi atas isu yang tidak baik dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena kasus ini akan kita selesaikan secara tuntas,” ucap Kapolres saat menyerahkan santunan kepada keluarga korban.
Terpisah, Amri (45) ayah korban  mengungkapkan jika pihak keluarga tidak terima atas kejadian tersebut dan berjanji akan menuntut ke jalur hukum. Selain itu, berdasarkan pantauan langsung sekitar pukul 21.45 WIB korban dibawa ke RSUD Curup untuk dilakukan otopsi dan pengangkatan proyektil peluru yang masih bersarang di kepala korban. “Ya terlepas karena anak saya mencuri atau apa, yang jelas kami tidak menerima atas penembakan itu. Apakah orang mencuri itu harus ditembak hingga mati seperti ini? Untuk itulah kami minta agar Polres bisa menuntaskan kasus ini dan menghukum seberat-beratnya brimob yang menembak anak saya ini,” kata Amri yang terlihat sedih.
Senada diungkapkan paman korban anggota DPRD Lebong H Syamsui Yusuf SH. Ia meminta kepada pihak Polres Lebong dan Polda Bengkulu untuk menuntaskan kasus penembakan tersebut hingga tuntas. “Saya minta pihak polisi untuk menuntaskan kasus penembakan ini tanpa pandang bulu,” singkat Syamsui.(777)