Polres Tetap Usut Pembacokan Polisi

DSC02753ULOK KUPAI, BE – Meski dikabarkan antara warga Desa Pagardin, Ulok Kupai, Bengkulu Utara sudah berdamai dengan satpam PT Pamor Ganda dan anggota Polres BU yang dibacok Kamis malam lalu (14/2), pihak Polres BU tetap mengusut pelaku pembacokan tersebut.

Camat Ulok Kupai, Gunawan R ketika dihubungi BE, mengakui jika antara warga desa dan PT Pamor Ganda sudah melakukan perdamaian bersama yang dihadiri oleh lapisan masyarakat, PT Pamor Ganda, pihak kepolisian, perangkat desa dan perangkat kecamatan. Upaya ini dilakukan supaya memberikan titik terang mengenai kesalahpahaman warga yang telah merugikan orang lain. “Kami terus berusaha untuk menjadikan lingkungan ini aman kembali dan kasus ini cukup sampai di sini,” ujar Gunawan.

Dijelaskannya, salah satu anggota polisi dan satpam yang mendapatkan luka serius karena dibacok masih tetap dalam pengobatan dan kepada pihak keluarga kedua belah pihak akan dipertemukan untuk menjelaskan jika kerusuhan yang terjadi  itu musibah dan kesalahpahaman.

Selain itu, Gunawan berharap dan mengimbau kepada warga serta PT Pamor Ganda untuk selalu senantiasa berkomunikasi dengan baik dan tidak melanggar perjanjian yang sudah menjadi kesepakatan bersama Sabtu (16/2) lalu.

Sementara mengenai tiga warga yang sempat diperiksa polisi beberapa waktu lalu, hanya dijadikan saksi dan tidak ditahan. “Mereka baru dipanggil sebagai saksi,” kata Gunawan.

Sementara Kapolres BU, AKBP Asep Teddy Nurrasyah SIK melalui Kasat Reskrim AKP Simaremare mengatakan, pengusutan kasus pembacokan itu memang masih berlanjut. Terkait adanya tiga orang warga yang dipanggil memang belum bisa dilakukan penahanan. Selain itu kesaksian mereka juga belum bisa dibeberkan guna kepentingan penyidikan untuk mencari titik terang permasalahan ini. “Kita belum bisa melakukan penahanan karena kita masih lidiki dulu, dan belum tahu apakah dilakukan penahanan atau tidak,” singkat Maremare.

Kondisi Briptu Aziz Membaik
Di sisi lain, pasca menjalani operasi, kondisi kedua korban amuk massa di kawasan Afdling VI PT Pamor Ganda, Briptu Abdul Aziz (anggota Polres BU) dan seorang Hermanto Manurung (Satpam Pamorganda) mulai membaik. Bahkan Briptu Aziz sudah bisa memberikan keterangan wartawan mengenai peristiwa yang dialaminya 14 Februari lalu itu.

Dijelaskan Briptu Aziz, peristiwa yang menimpanya tersebut bermula ketika malam itu ia dan 3 satpam Pamor Ganda mendengar suara tembakan dari arah dalam perkebunan karet PT Pamor Ganda.

Selanjutnya mereka berdua dan 2 orang temannya lagi yang juga bertugas sebagai Satpam PT Pamor Ganda mendengar suara tembakan. Mereka lalu berbagi tugas, dua orang menjaga di pos, sedangkan Briptu Abdul Aziz dan Hermanto Manurung melakukan patroli menuju suara tembakan tersebut.

Di tengah perjalanan kedua korban melihat dua motar yang sedang terparkir di pinggir jalan, lalu mereka mendekati motor tersebut. Ternyata mereka melihat seekor sapi yang dalam keadaan terikat dan telah berdarah karena luka tembak. Ternyata tidak lama kemudian datang sejumlah warga juga menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menurut keterangan Briptu Aziz, saat warga mulai berdatangan itu, dia dan Hermanto berusaha untuk menjelaskan kepada massa, namun keduanya mengalami kendala bahasa, karena keduanya tidak mengerti bahasa warga setempat. “Malam itu kami dengar suara tembakan makanya maki patroli.

Lalu kami temukan sapi sudah tertembak dan ada beberapa orang di sekitar tempat penemuan sapi tersebut. Dalam waktu bersamaan warga juga ramai-ramai menuju suara tembakkan tersebut.  Namun karena para pelaku (diduga pencuri) mengerti bahasa setempat sehingga mudah mengarang cerita kepada warga, sedangkan kami berdua tidak didengarkan warga untuk menjelaskan,” jelas Briptu Aziz saat dijumpai BE di ruang Mawar III RS Jitra Bayangkara kemarin (17/2).

Karena sulit untuk diajak berdialog agar dapat menjelaskan pokok persoalan yang sebenarnya, akhirnya warga mulai anarkis sehingga terjadilah peristiwa pembacokan terhadap Briptu Aziz yang sudah 2 bulan ditugaskan melakukan pengamannan di perusahaan perkebunan tersebut, serta 3 orang satpam PT yaitu Hermanto Manurung (27), Sibutar Butar (23) dan Juharto (27). “Warga malam itu memang sulit untuk diberi penjelasan, sehingga seperti ini kejadiannya,” jelasnya.

Dari pantauan BE, kedua korban kondisinya sudah mulai membaik. Hanya saja Herman Manurung belum bisa berbicara karena mengalami luka parah di bagian kepala.  Selain itu pasca operasi dia belumb anyak berbicara. “Maaf abang (Hermanto) belum boleh terlalu banyak berbicara, sehingga belum bisa dimintai keterangan,” ujar ujar Betty (24), saudara perempuan Hermanto.

Untuk diketahui Kamis dini hari (14/2)  sekitar pukul 03.00 WIB di perkebunan karet tepatnya di Afdeling VI Milik PT Pamor Ganda terjadi aksi amuk massa diduga karena kesalahpahaman antar warga dengan kedua korban.(177/cw4)