Polres Rekontruksi Pembunuhan Sadis

police lineBINTUHAN,BE- Satreskrim Mapolres Kaur akan melakukan rekontruksi pembunuhan sadis terhadap warga Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) pada selasa (29/1) yang lalu. Pembunuhan yang dilakukan oleh AL (45) dan anaknya IS (18) kini masih buron Polisi. Rektruksi nantinya akan digelar di Aula Mapolres Kaur.

“Kita rencanakan rekontruksinya minggu depan, karena ada beberapa hal keterangan pelaku masih membinggungkan. Kita lakukan rekontruksi agar lebih jelas,” ujar Kapolres Kaur AKBP Andi Kirnada SH MH melalui Kasat Reskrim AKP Lumban Raja didampingi Kapolsek Muara Sahung Ipda David Tampubolon,  kemarin.

Dikatakanya, sebelumnya rekontruksi akan dilakukan jika anak pelaku juga ikut tertangkap, namun setelah mendengar kabar bahwa anak pelaku IS tidak lagi berada di Kaur. Disamping mencari anak pelaku maka rekrontruksi tetap berjalan tanpa anak pelaku, karena dari keterangan pelaku bahwa anaknya tidak terlibat.

“Alangkah baiknya rekrontruksi dilakukan adanya pelaku lengkap, namun mau gimana lagi. Jika satu pelaku masih kabur. Namun demikian hal ini tidak menjadi kendala karena rekrontruksi ini untuk menambah BAP apakah benar keterangan pelaku dengan hasil dilapangan nantinya,” jelasnya.

Jika rekrontruksi dilakukan di Desa Ulak Lebar Kecamatan Muara Sahung sebagai lokasi tempat pembunuhan, selain jauh dan juga masih cukup berbahaya. Maka pihaknya lebih menggunakan lokasi di Mapolres Kaur. “Karena yang akan didatangkan nantinya pihak korban, dan beberapa saksi lainya yang pada saat itu di TKP. Kemudian kemungkinan ada keluarga dari beberapa pihak yang akan menyaksikan. Maka lokasi Polres lebih aman,” jelasnya.

Pembunuhan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB (29/1) lalu  saat itu korban Indasran (40) bersama istrinya Nati (35), berada di kebun kopi miliknya di Desa Ulak Lebar Kecamatan Muara Sahung. Saat jalan di Air Kelian di lokasi perkebunan korban. Tiba-tiba diketahui Pelaku AL dan anaknya IS menghampirinya, lalu diduga  kurang senang dengan kata-kata korban yang menuduh maling kopi, dan juga perkataan korban selalu ria bahwa kebal akan bacokan. Pelaku naik darah karena dituduh mencuri kopi korban. Keributan mulut tidak bisa dihindarkan pelaku langsung mengambil pisau dari pinggangnya, kemudian menujah perut korban.

Kemudian bacokan ke lengan korban sebelah kiri dan kanan korban sebanyak lima kali. Melihat suami tak berdaya dibacok istri korban mencoba melerai namun istrinya pun terkena bacokan pelaku ditangan kanannya hingga luka. Akhirnya korban tewas di TKP, sedangkan pelaku ketika itu kabur selam satu minggu. Selang seminggu pelaku AL berhasil dibekuk jajaran sat Reskrim Mapolres Kaur.(823)