Polres Razia Pekat

APRIZAL/Bengkulu EkspressPolres Bengkulu Utara melakukan razia petasan di kawasan Pasar Purwodadi, kemarin (30/4).

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Menyambut bulan suci Ramadan 1440 H yang diperkirakan akan jatuh pada tanggal 6 Mei 2019, jajaran Polres Bengkulu Utara mengadakan operasi penyakit masyarakat (Pekat) dengan sasaran tindak kejahatan penyalah-gunaan narkotika dan minuman keras.

Selain itu, Polres juga melakukan razia petasan di sepanjang jalan Pasar Purwodadi Kota Arga Makmur. Giat ini dilakukan dari 15.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB, Selasa malam (30/4), yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP M Jufri SIK.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara melalui Kasat Reskrim AKP M Jufri SIK mengatakan giat ini dilakukan untuk menjamin kenyamanan masyarakat dalam menunaikan ibadah puasa nantinya. “Ya demi menjaga kenyamanan masyarakat dalam mengahadapi bulan puasa, kita melakukan razia baik itu razia petasan dan penyakit masyarakat dengan melakukan razia minuman di sejumlah warung hiburan malam yang ada di wilayah Kota Arga Makmur,” kata Jufri.

Kasat menjelaskan, dalam razia petasan kali ini pihaknya berhasil mengamankan beberapa kantong plastik petasan berukuran kecil dan pedagang yang kedapatan menjual petasan hanya diberikan teguran. Jika perbuatan yang sama kembali dilakukan, maka pihaknya tidak segan-segan memberikan tindakan tegas.

Sedangkan untuk operasi pekat, pihaknya berhasil menemukan sebanyak 3 jerigen atau sekitar 70 liter tuak dari warung tuat yang berada di kawasan Kelurahan Gunung Alam. Selanjutnya, di tiga lokasi berikutnya yakni di belakang RS Charitas Desa Rama Agung berhasil diamankan 50 liter tuak. Penyisiran dilanjutkan ke seputaran Karang Indah, pihak Polres Bengkulu Utara kembali mendapatkan beberapa botol minuman keras berkadar alkohol diatas 19 persen.

“Semua Operasi ini kita gelar untuk menciptakan kondisi yang aman tentram di tengah masyarakat, supaya pada saat menunaikan ibadah puasa ramadhan umat muslim dapat menjalaninya dengan khusuk tanpa adanya gangguan dari berbagai penyakit masyarakat, tukasnya. (127)