Polres Bidik Bantuan Sapi

TELUK SEGARA, BE – Tak hanya kasus pengadaan tawas PDAM Kota Bengkulu senilai Rp 1,7 miliar yang tengah diusut Polres Bengkulu. Diam-diam pembagian 61 ekor sapi bantuan Kementrian Pertanian tahun 2011 senilai Rp 500 juta. Pasalnya, bantuan yang digelontorkan ke kelompok tani tersebut terindikasi dikurangi. Sebab, jumlah sapi yang direalisasikan hanya 20 ekor saja. “Tim tengah bekerja melakukan pemeriksaan sejumlah kelompok tani yang beralamat di Sumber Jaya. Saat ini tengah melakukan cek fisik terhadap sapi dari masing-masing kelompok tani,” terang Kapolres Bengkulu AKBP H Joko Suprayitno SST MK melalui Kasat Reskrim AKP Imam Wijayanto SIK didampingi Kanit Tipikor Ipda Sukma Pranata. Dari penelusuran BE, selama sepekan terakhir penyidik Polres Bengkulu telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi yang jumlahnya mencapai 30 orang. Jumlah itu terdiri dari kelompok penerima bantuan hingga pejabat Dinas Perternakan Hewan Provinsi Bengkulu. “Seperti apa perkembangannya belum bisa kita ungkap. Mungkin beberapa hari kedepan baru bisa kita ekspos,” terangnya

Drainase Diusut
Seakan tak mau kalah, Kejari Bengkulu juga terus mengungkap dugaan korupsi pembangunan drainase di Puri Lestari Kelurahan Kandang Kampung Melayu. Sejumlah saksipun juga telah menjalani pemeriksaan. Proyek dari APBN 2011 senilai Rp 1,5 miliar dikerjakan Dinas PU Provinsi dengan kontraktor CV Cipta Karya. Penyidik menyimpulkan proyek tersebut menimbulkan kerugian negara. “Kita masih dalam penyidikan dan saksi telah diperiksa. Kita pastikan akan ada tersangkanya,” terang Kajari Bengkulu H Suryanto SH. Beberapa kejanggalan yang ditemukan seperti beberapa titik drainase itu tidak terdapat pemasangan pondasi, adanya pengurangan volume, serta tidak dilakukannya pemadatan sehingga menyebabkan fisik proyek mudah hancur dan keropos. Realitas ini menunjukkan pembangunannya tidak sesuai spesifikasi yang ada di dalam kontrak kerja.(333)