Polisi Periksa Saksi Kecelakaan Kerja Tewaskan Karyawan PLTU Bengkulu


Bengkulu, bengkuluekspress.com – Kejadian kecelakaan kerja yang menyebabkan seorang karyawan PLUT Sinohydro, Hasta Andika meninggal dunia pada Selasa kemarin (9/7/19), masih diproses Polsek Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Saat ini polisi masih memeriksa para saksi dan mengumpulkan alat bukti tambahan atas kejadian ini.

Saat di konfirmasi, Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo SIK melalui Kapolsek Kampung Melayu, AKP Khoirul Akbar SIK mengatakan, hingga sekarang ini, kejadian tersebut sudah naik ke tahap penyidikan dan sudah memeriksa beberapa orang saksi.

“Saat ini kita masih melakukan penyidikan. Kita terus proses siapa yang harus bertanggung jawab atas kejadian itu. Kita lakukan pemeriksaan terhadap saksi yang saat itu ada di lokasi kejadian, seperti apa kronologinya nanti kita cocokkan,” ungkapnya, Kamis (11/7/19).

Saat kejadian, korban yang saat itu sedang membersihkan mesin batching plant (mesin pengolahan cor beton) di area Beijing Plane terjebak di mesin, karena tiba-tiba mesin dihidupkan dan hingga membuat kaki korban hancur tergiling mesin. Korban meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit M Yunus, Kota Bengkulu.

Hingga kini kepolisian masih terus mengumpulkan bukti tambahan lainnya dari lokasi kejadian dan juga masih menunggu hasil dari tim Inafis Polres Bengkulu, terkait hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Ada beberapa saksi yang kita periksa, namun kita tidak bisa sebutkan namanya, karena masih dalam proses. Yang jelas kasus ini akan terus dikembangkan hingga ada tersangkanya karena kejadian itu mengakibatkan seorang karyawan meninggal dunia,” sambung Kapolres.

Selain itu, penyidik juga memeriksa standar operasional prosedur (SOP) yang ada di PLTU tersebut. Untuk mencari tahu seperti apa SOP ketika ingin menghidupkan mesin itu, apakah ada tanda khusus atau tidak untuk memastikan adanya kelalaian kerja atau tidak. (Imn)