Polisi Gencar Razia Petasan

IRUL/Bengkulu EkspressRAZIA: Jajaran Polsek Kaur Selatan saat menggelar razia petasan di sekitar Lapangan Merdeka Kota Bintuhan, Minggu (12/5).

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress– Selama bulan suci Ramadan, jajaran Polres Kaur gencar merazia petasan di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir ini. Seluruh jajaran Polsek di Kaur dikerahkan untuk mencegah maraknya penjualan petasan yang bisa mengganggu ibadah puasa. Seperti yang dilakukan Polsek Kaur Selatan, menggelar razia petasan dan kembang api di sekitar wilayah Kaur Selatan, Minggu (12/5).

“Razia petasan dan kembang api ini untuk menciptakan suasana kondusif bagi umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa ini,” kata Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat SIK melalui Kapolsek Kaur Selatan IPTU Surya R Purnama SH MH, kemarin (12/5).

Dikatakan Kapolsek, razia dilakukan karena pihak kepolisian menganggap sejumlah suara petasan mengganggu ketenteraman ibadah masyarakat muslim di Kaur. Juga, kegiatan meningkatkan razia petasan itu sebagai salah satu langkah nyata petugas untuk mengantisipasi korban khususnya anak-anak di bawah umur. Sebab, berdasarkan pengalaman setiap tahunnya selalu saja terdapat warga yang menjadi korban akibat terkena letusan petasan. Bahkan korbannya bukan hanya dewasa, melainkan juga terdapat anak-anak.



“Sasaran operasi juga termasuk mainan yang bisa mengeluarkan bunyi keras, dan berbahaya bagi anak-anak. Jangan sampai gara-gara petasan ada korban jiwa,” terangnya.

Ditambahkan Kapolsek, dalam operasi yang di gelar di beberapa penjual petasan depan lapangan Merdeka Kota Bintuhan, pihaknya tidak menemukan adanya petasan berdaya ledak tinggi. Operasi dengan sasaran peredaran petasan ini, pihaknya tidak akan memproses secara hukum bagi pelakunya. Hanya setiap pedagang yang terbukti menjual petasan akan diidentifikasi dan petasannya akan disita.“Untuk saat ini para penjual petasan hanya kita berikan teguran saja dan untuk petasan berdaya ledak tinggi tidak kita temukan. Juga penjual petasan semuanya melengkapi izin,” jelasnya.(618)