Polisi Bakal Lidik Robohnya Pagar SMPN 13 Mukomuko

Ist/BE
ROBOH: Jajaran Dispendikbud Mukomuko meninjau langsung pagar roboh yang dibangun SMPN 13 Mukomuko, diduga karena proses pembangunan yang asal-asalan.

Wali Murid: Tiap Tahun Bayar Rp 100 Ribu

Bengkuluekspress.com, MUKOMUKO – Polres Mukomuko bakal melakukan penyelidikan robohnya pagar di SMPN 13 Mukomuko, di Desa Lubuk Sanai Kecamatan XIV Koto. Pagar tersebut diduga dibangun secara asal-asalan sehingga belum seumur jagung sudah roboh.

“Kami lidik dulu, karena informasi itu baru kami ketahui dari rekan-rekan media,” kata Kapolres Mukomuko, AKBP Andy Arisandi SH SIK MH melalui Kasat Reskrim, AKP Musrin dikonfirmasi, usai penanaman pohon di halaman Satlantas, Jumat (10/1) pagi.

Adapun penyelidikan yang dilakukan, selain mencari informasi lebih lanjut, juga mengecek ke lokasi.

“Kita akan cari tahu dulu dan mengecek kebenarannya di lokasi,” singkat Kasat Reskrim.

Terpisah, Wali Murid SMPN 13, Rustam, menyampaikan, setiap tahun per murid dipungut Rp 100 ribu.

“Anak saya naik kelas dua saat ini. Artinya sudah menyumbang Rp 200 ribu,” katanya.

Sementara jumlah murid SMP Negeri 13 mencapai sekitar 500 siswa. Dia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan tak melibatkan wali murid.

“Panitia pelaksana dari komite dan pihak sekolah,” katanya.

Rustam mengatakan, sebagai wali murid dirinya mengaku rugi, jika bangunan yang dibiayai dari sumbangan wali murid ambruk belum satu bulan selesai dibangun. Ambruknya bangunan terserbut berpotensi menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

“Karena, jumlah uang yang dipungut dari masing masing pelajar cukup besar,” ujarnya.

Dia mengatakan, uang yang dipungut dari wali murid selama ini jauh dari cukup untuk membangun pagar.

“Setahu saya hanya dibahas dan diperuntukan bangunan pagar sejak dua tahun terakhir. Yang jelas kami minta kembali dibangun,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Mukomuko, Drs H Ruslan MPd melalui Kabid Dikdas, Jumanto mengatakan, telah melihat langsung kondisi pagar yang ambruk tersebut. Dia membenarkan jika anggaran pembangunan tersebut, bersumber dari pungutan terhadap wali murid.

Itu sumbangan wali murid. Informasi yang kami peroleh pagu anggarannya puluhan juta rupiah, katanya.

Jumanto mengatakan, telah menyarankan kepada pihak sekolah agar berkoordinasi lebih lanjut dengan komite sekolah. Karena, dalam pembangunan itu langsung dikelola komite, bukan dari dinas.

“Kami sarankan Kepsek dan komite agar segera menyelesaikan bangunan tersebut,” sarannya.

Sementara, Ketua Komite SMPN 13 Mukomuko, Amilus Yase, hingga sekarang belum memberikan klarifikasi ke media. Saat wartawan menghubunginya berkali- kali via telepon tidak respon.(900)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*