Polhut Robohkan Pondok Perambah

KOTA MANNA, BE – Razia gabungan yang digelar Polhut Dinas Kehutanan dan ESDM Bengkulu Selatan bersama Polhut Dishut Provinsi dan Polda Bengkulu kemarin, berhasil mengamankan 1 meter kubik kayu Meranti dan merobohkan 1 pondok milik perambah. Kabid Keamanan Hutan Dishut dan ESDM BS Nasrul Khalik SH selaku pimpinan operasi mengungkapkan, kalau razia gabungan tersebut digelar dalam rangka mengamankan hutan lindung (HL) dan hutan produksi (HP) di wilayah BS. Kata dia, dalam razia itu, 15 anggota Polhut BS, 8 anggota Polhut Provinsi dan 2 anggota Unit Tipiter Polda Bengkulu diturunkan. Mereka mulai bergerak dari halaman Kantor Dishut dan ESDM BS sekitar pukul 09.02 WIB. Menurutnya kegiatan operasi keamanan hutan tersebut bertujuan untuk menindak setiap adanya upaya kegiatan ilegal logging dan perambahan hutan di kawasan hutan lindung dan hutan produksi tersebut. Sebab kata dia, dari laporan warga banyak terjadi pembalakan liar dan juga perambahan hutan. Padahal kayu di HL dan HPT tidak boleh ditebang apa lagi dijadikan kawasan perkebunan.”Kalau dalam operasi ini kami menemukan adanya kegiatan pembalakan liar dan perambahan hutan, langsung kami sikat,” ujar Nasrul didampingi Kasi Perundang-Undangan Ujang Musdianto dan bagian penyidik Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu Sugiono. Dikatakannnya, target operasi mereka yakni HL Bukit Riki dan HL Bukit Raja Mandare serta HPT Peraduan Tinggi dan HPT Air Kedurang. Sebab di lokasi tersebut diduga banyak tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab yang berusaha menggundulkan hutan, baik itu dengan melakukan perambahan untuk lokasi perkebunan maupun untuk pengambilan kayu semata. Lanjutnya, selain mengamankan 1 kubik kayu Meranti dan merobohkan pondok peramah, mereka juga mengamankan 5 bilah parang milik perambah. Sedangkan lokasi penemuan kayu di HPT Air Kedurang sedangkan pondok yang dirobohkan dan 5 parang tersebut di HL Bukit Riki yang terletak di Desa Suka Maju Kecamatan Air Nipis.”Namun razia kali ini diduga bocor sebab kami tidak menemukan satu orangpun di lahan yang sudah dirambah,” katanya. Sebab saat mereka mengeledah 6 unit pondok, mereka menemukan bekas memasak penghuni lahan serta pakaian yang masih di jemuran. Diduga perambah bvaru saja pergi sebelum aparat tiba. Meskipun gagal kali ini, Nasrul menyatakan mereka akan kembali melakukan razia untuk menangkap warga perambah dan pelaku pembalakan liar tersebut.(369)