Polda Temukan 5,5 Ha Ladang Ganja 8 Ton Disita, 16 Pelaku Diburu

RIO-POLDA EKSPOSE TANGKAPAN LADANG  GANJA 5,5 HEKTAR (3) RIO-POLDA EKSPOSE TANGKAPAN LADANG  GANJA 5,5 HEKTAR (1)BENGKULU, BE – Tim Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu berhasil menemukan sebuah ladang ganja seluas 5,5 hektar. Dari ladang yang berada di Hulu Sungai Beliti Desa Lubuk Alai Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) Kabupaten Rejang Lebong tersebut diamankan ganja siap panen sebanyak 8 ton.

Kapolda Bengkulu Brigjend Pol M Ghufron menyampaikan berton-ton mariyuana tersebut langsung dimusnahkan di lokasi. Namun, ada sebagian yang terdiri dari 450 Kg ganja basah dan 350 Kg ganja kering siap edar dibawa ke Mapolda Bengkulu sebagai barang bukti. Tak hanya itu, 6 pucuk senpi rakitan terdiri dari 1 pucuk laras pendek, 2 laras panjang dan 3 senapan angin juga diamankan dalam operasi yang digelar pada 18 November lalu tersebut.

“Selain memusnahkan ganja-ganja itu, pondok milik pelaku juga dibakar, termasuk 2 pucuk Senpi rakitan yang telah rusak juga ikut dibakar,” kata Kapolda, saat menggelar konferensi pers, di halaman Mapolda Bengkulu, kemarin (23/11).

Lebih lanjut, ia mengatakan lokasi tempat penanaman ganja ini berada di hutan lindung dan jauh dari pemukiman. Meski sudah terjamah manusia, lokasi tersebut cukup sulit dicapai oleh aparat. Bahkan, tim harus beberapa kali mengganti kendaraan untuk bisa tiba lokasi. Kata mantan Dirlantas Polda DIY ini, awalnya personil menggunakan kendaraan roda empat namun terganjal lokasi dan harus berganti kendaraan roda dua, namun masih tidak sanggup untuk ditanjak. Hingga akhirnya harus berjalan kaki. “Padahal ke atas sana masih 6-8 jam lagi,” imbuhnya.

Disampaikan mantan Karobinopsnal Baharkam Polri ini, pelaku memang mencari tempat terpencil supaya tidak terdeteksi oleh petugas. Tak hanya itu, para pelaku juga makin profesional mengelola kebun ganja ini. Dimana pelaku menggunakan jebakan yang bisa mendeteksi bila ada orang atau binatang masuk. Jebakan tersebut akan berbunyi jika ada yang menginjak atau tersandung. Begitu juga pada operasi tersebut. Anggota sempat dihadang oleh suara ledakan (pertanda ada orang masuk ke ladang).

“Petugas sempat melihat pelaku yang membawa senjata panjang namun pelaku langsung lari ke arah yang sulit untuk dikejar. Karena hujan dan medan jadi licin, mereka juga lebih menguasai medannya, pelaku itu tidak bisa ditangkap,” jelasnya.

Kendati demikian, tim yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Bengkulu Kombes Polisi Adnas tersebut berhasil menemukan 4 unit handphone milik pelaku. Dari handphone inilah akan dikembang ke penyelidikan lebih lanjut. Setidaknya, ada 16 orang yang sudah jadi target polisi dalam kasus ini.

“Mudah-mudahan dari 4 handphone ini bisa terungkap siapa saja jaringan mereka,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Kapolres Jakarta Selatan itu juga mengajak masyarakat untuk bekerjasama dalam memberantas narkoba. Menurutnya, tanaman ganja ini sudah familiar bentuknya. Sehingga, ia minta masyarakat untuk proaktif melaporkan ke aparat jika menemukan ladang narkoba golongan I ini.

“Kalau ada tanaman-tanaman yang aneh, bisa lapor ke petugas polisi terdekat,” imbuhnya.

Upaya tersebut, lanjutnya, akan sangat membantu Polri untuk mencegah beredarnya tanaman yang bisa bikin ‘nge-fly’ ini. Kalau sudah terlanjur beredar, masyarakat yang bisa mengidentifikasi misalnya dari bau ganja yang khas, juga bisa dilaporkan ke petugas terdekat. Sebab, tanpa bantuan masyarakat maka peredaran ganja ini akan semakin meluas.

“Karena gampang sekali menanamnya. Pelaku biasanya sebar benih, kemudian ditinggal. 100 hari datang lagi karena tanaman sudah tinggi mencapai 1 meter dan bisa langsung dipanen,” jelas mantan Karoops Polda Jateng ini.

Untuk diketahui, dalam operasi tersebut, Polda Bengkulu juga menyita 1 unit timbangan yang diduga akan digunakan pelaku untuk menakar ganja. Sebab, beberapa ganja memang sudah siap untuk di-packing dan diedarkan. Ganja ini sendiri dikeringkan dengan cara dijemur di atap pondok ladang tersebut.
Direktur Narkoba Polda Bengkulu Kombes Polisi Jafriedi memperkirakan barang bukti yang dimusnahkan tersebut bernilai miliaran rupiah. Pasalnya, di Bengkulu, harga ganja per-kilonya saja bisa mencapai Rp 1 juta.

“Tinggal kalikan saja kalau jumlahnya mencapai 8 ton. Itulah nilai kerugian negaranya,” kata dia.

Disisi lain, Wakapolda Bengkulu Kombes Pol DrS Adnas M Si, mengatakan untuk menemukan ladang ganja ini medannya sangat sulit, dimana awalnya mereka menggunakan kendaraan roda empat akan tetapi tidak ada jalan. Sehingga dirubah menggunakan kendaraan roda dua akan tetapi juga tidak bisa. Sehingga mereka berjalan kaki untuk menuju ke TKP yang memerlukan 8 jam perjalanan yang normal, akan tetapi pada saat menuju disana suasana dalam keadaan hujan. Jalan menuju ke lokasi kita harus merangka. “Kita tidur aja dalam keadaan badan telahbasah semua, coba bayangkan aja, pastinya lokasinya sangat sulit” ujar Wakapolda.

Wakapolda menambahkan, karena ini adalah pengabdian dan kepolisian berkomitmen perang terhadap Narkoba. Sehingga rasa lelah dan letih itu semuanya hilang dan pihaknya bisa membawa beberapa untuk barang bukti, karena apabila ining dibawa semua bisa menggunakan 3 mobil truk.”Pastinya polisi tidak main-main untuk mengungkap dan melaksanakannya,” jelasnya(614/609)