Polda Siap Amankan Proyek Jalan Tol untuk Buka Keterisoliran Bengkulu

FOTO RIFKY/BE – Irjen Pol. Drs. Supratman, MH saat penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama antara Polda Bengkulu dengan PT. Hutama Karya Infrastruktur

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Polda Bengkulu dan jajaran siap mengamankan proyek pembangunan jalan tol ruas Bengkulu-Curup-Lubuk Linggau. Hal itu ditegaskan Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Drs. Supratman, MH dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Bengkulu dengan PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Kamis (30/4).

Menurut Supratman, jalan tol sebenarnya sudah sangat lama ditunggu-tunggu masyarakat, karena keberadaannya bukan sekedar mempersingkat jarak tempuh saja, tetapi diyakini juga mampu membuka keterisoliran Provinsi Bengkulu.

“Agar realisasinya bisa berjalan lancar, kita beserta jajaran pada intinya siap backup penuh proses pembangunan jalan tol,” ujar Kapolda.

Dilanjutkan Kapolda, dalam setiap tahapan pembangunan jalan tol, tak menutup kemungkinan terdapat pro kontra, dan itu hal yang biasa terjadi. Bahkan pro kontra dimulai sejak pembebasan lahan.

“Tapi sejak awal sayapun sudah sampaikan pada Pemerintah Daerah (Pemda) agar bisa ikut berperan aktif, sehingga rekan kita yang membangun jalan tol tidak terhambat kerjanya,” ujar Supratman.

Penanggungjawab PT Hutama Karya (HK) di Bengkulu, Project Director PT Hutama Karya (Persero) ibu Sri Astuti menyampaikan, untuk pembangunan jalan tol ruas Bengkulu-Curup-Lubuk Linggau pihaknya menunjuk PT HKI untuk pengerjaannya. Pihaknya pun menyambut baik dan mengucapkan terima kasih, diterbitkannya MoU dan PKS tentang pengaman proyek jalan tol.

“Ruas jalan tol Bengkulu-Curup-Lubuk Linggau sepanjang 96 KM. Untuk tahap pertama pembangunan sepanjang 17,6 KM, dan lahan yang sudah tersedia kurang lebih 23 persen. Total lahan pada sisi pertama ini sebanyak 487 WTP (Warga Terdampak Pembangunan) yang harus kita bebaskan, dan yang belum atau masih proses pembebasan sekitar 330 WTP yang sebagian besar berada di desa Jumat, Penanding, dan Sukarami kabupaten Bengkulu Tengah,” tutupnya. (CW1)