Polda Rapid Tes Pedagang Panorama

RIO/BE
Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono meninjau lokasi kegiatan rapid tes covid-19 massal gratis yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi dan Polda Bengkulu dalam rangka hari Bhayangkara ke-74 di Pasar Panorama Kota Bengkulu, Rabu (24/6).

Enam Orang Reaktif

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Polda Bengkulu melanjutkan kegiatan bakti sosial jelang peringatan Hari Bhayangkara ke – 74 tahun 2020. Kali ini Polda Bengkulu bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu mengadakan rapid tes massal untuk pedagang di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, Rabu (24/6).

Untuk melaksanakan rapid tes massal tersebut, tim kesehatan dibagi menjadi 5 agar saat melakukan rapid tes tidak terjadi kepadatan. Setiap tim terdiri dari 20 orang tenaga kesehatan, satu persatu pedagang diambil sampel darahnya untuk mengetahui reaktif atau unreaktif.

Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Drs Teguh Sarwono MSi mengatakan, rapid tes massal tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19 di cluster pasar. Selain melakukan rapid tes, kegiatan bakti sosial memperingati Hari Bhayangkara ke – 74 tersebut juga membagikan 1.000 vitamin dan masker kepada pada pedagang di Pasar Panorama tersebut.

“Kegiatan ini masih rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke – 74, sebagai upaya Polri membantu masyarakat di tengah pandemi covid-19. Selain rapid tes, tadi juga dibagikan 1000 masker dan vitamin,” jelas Kapolda.

Ada sekitar 201 pedagang mengikuti rapid tes, hasilnya 6 orang pedagang dinyatakan reaktif berdasarkan rapid tes. Karena hasil rapid tes reaktif, pedagang diambil swab kemudian diperintahkan untuk melakukan isolasi di RSUD M Yunus atau RSHD Kota Bengkulu.  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, pasar menjadi cluster baru penyebaran wabah covid-19 di Kota Bengkulu. Sudah 2 kali rapid tes dilakukan di Pasar Panorama, pertama hari Senin dan kedua Rabu (24/6). Pada Senin kemarin ada 7 pedagang dinyatakan raktif dari hasil rapid tes. Seluruh pedagang yang reaktif hasil rapid tes dilakukan swab, kemudian disarankan melakukan isolasi.

“Pasar menjadi cluster baru penyebaran wabah covid-19,” pungkas Herwan Antoni.(167)