Polda Bengkulu Tambah Vaksinator

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Drs Guntur Setyanto MSi

BENGKULU, BE – Kepolisian Daerah Bengkulu melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan empat instansi dalam upaya percepatan penanganan covid-19 di Provinsi Bengkulu, Kamis (9/9). Empat instansi tersebut, diantaranya Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kanwil Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Provinsi Bengkulu.

Melalui PKS ini Polda Bengkulu siap melanjutkan dan mengejar program vaksinasi, karena sudah bekerja sama dengan universitas dan perguruan tinggi untuk menambah tenaga vaksinator.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Drs Guntur Setyanto MSi mengatakan, “Semakin banyak instansi yang diajak bekerja sama harapannya penanganan pandemi covid-19 di Provinsi Bengkulu berjalan maksimal.”

Salah satunya terkait dengan vaksinasi. Total sekarang ini sudah ada 969 tenaga vaksintor dan 52 gerai vaksin tersebar hingga Polres jajaran. Tanaga vakinasi mobile juga dibentuk setiap Polres jajaran, total ada 112 tim seluruh Polres jajaran. Mereka bisa menjangkau dan mendatangi hingga pelosok desa.

“Dengan adanya penambahan tenaga vakinator dan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan instanasi terkait ini target 75 persen masyarakat menerima vaksin bisa tercapai. Penanganan pandemi covid-19 tidak bisa diselesaikan sendiri, semua harus bekerja sama,” jelas Kapolda.

Provinsi Bengkulu menargetkan 1,5 juta masyarakat Provinsi Bengkulu menerima vaksin. Dengan adanya kerja sama Polda Bengkulu, Danrem 041/Gamas diharapkan target tersebut cepat terealisasi. Karena, hingga sekarang ini dari 1,5 juta target vaksin baru tercapai 36 persen, dengan rincian vaksin dosis pertama 22 persen dan vaksin dosis kedua 14 persen. Untuk memenuhi kebutuhan vaksin, Pemprov Bengkulu rutin berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar ketersediaan vaksin di Provinsi Bengkulu terus tersedia dan secepatnya didistribusikan.

“Karena TNI dan Polri punya anggota sampai tingkat desa sangat relevan jika mendorong percepatan vaksinasi. Bupati, Walikota, Kapolres dan Dandim menjadi perpanjangan tangan untuk memaksimalkannya,” ujar Sekda Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni untuk Kabupaten yang capaian vaksin paling rendah ialah Kabupaten Kaur, Kabupaten Seluma, Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Kepahiang. Umumnya capaian vaksinasi rendah karena kegiatan vaksinasi belum berjalan maksimal, stretegi yang diterapkan kurang maksimal. Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah menjadi daerah paling tinggi capaian vaksinnya. Kota Bengkulu sekitar 36 persen dan Kabupaten Benteng berada diperingat kedua.

“Kota Bengkulu sudah 36 persen, antusias masyarakat untuk melakukan vaksin tinggi,” pungkas Herwan.(167)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*